OPQ 2016

Inilah Pemuda Kreatif di Balik Pembuatan Maskot Olimpiade Pecinta Quran 'Kang Odji'

gomuslim.co.id- Figur ini dikenal dengan senyumnya yang lebar, bentuk kepalanya yang oval, serta tangan kanannya yang memegang erat Alquran bercover hijau. Tokoh ini adalah maskot Olimpiade Pecinta Quran (OPQ) 2016 yang diselenggarakan oleh Komunitas One Day One Juz di Islamic Center. 
 
Dialah Kang Odji, sebuah karakter kartun dua dimensi ini adalah penggambaran seorang anak laki-laki yang soleh, yang mengenakan pakaian taqwa, peci, berkacamata dan memegang Alquran.
 
Karakter Kang Odji menjadi penghibur para pengunjung OPQ terutama anak-anak. Karakternya yang lucu menjadi daya tarik tersendiri di acara yang berlangsung selama embilan hari mulai tanggal 5 sampai 13 November 2016 ini. Seketika maskot ini menjadi terkenal di kalangan pengunjung dan tidak sedikit pengunjung yang minta foto bersama Kang Odji.
 
Tahukah siapa pencipta karakter Kang Odji? 
 
Dialah Erwin Septiawan, seorang animator asal Banyumas Purwokerto yang berhasil menjadi juara sayembara desain maskot OPQ 2016. Saat dijumpai oleh gomuslim, pria yang akrab disapa mas Wien ini bercerita mengenai asal mula ia mengikuti sayembara dan menciptakan karakter Kang Odji. Erwin menuturkan bahwa dalam pembuatan karakter Kang Odji terinspirasi dari penggambaran karakter pecinta Quran yang identik dengan karakter anak muda yang mencintai Alquran dengan mengamalkan One Day One Juz.
 
“Awal saya tahu ada sayembara untuk membuat mascot OPQ 2016 ini dari jarkoman yang dikirimkan di salah satu grup whatsapp saya. Lalu saya mencari tahu mengenai kegiatannya. Dengan iseng saya mendaftar saja, padahal hari itu sudah H-2 sebelum penutupan sayembara,” ungkap Erwin.
 
Proses pembuatan karakter Kang Odji hanya dua hari, “Di hari pertama saya mencari inspirasi untuk gambar yang tepat dengan tema karakter yang dibutuhkan. Lalu di hari yang kedua saya mendesain gambar Kang Odji,” katanya.
 
Pria yang memiliki kecintaan di dunia desain ini sama sekali tidak memiliki pendidikan dasar desain, semua dilakukan secara otodidak. “Saya memang suka desain dari SMA, tapi nggak pernah belajar secara formal. Semuanya otodidak dan coba-coba saja,” ujarnya. 
 
Pada talkshow Kamis (11/1), Erwin menjelaskan makna di balik Kang Ojie. Dia mengatakan bahwa asal kata ‘Kang’ diambil dari bahasa Sunda dan Jawa yang artinya sebuah panggilan seseorang yang lebih tua. Sedangkan ‘Oji’ berasal dari kata ODOJ ‘Oj’, dan tambahan huruf “i” singkatan dari Istiqomah. Jika digabungkan akan memiliki makna jika dalam mengamalkan One Day One Juz (ODOJ) maka keistiqomahan perlu dihadirkan dalam diri agar dalam mengamalkan ayat suci Alquran menjadi berkah.
 
Membuat suatu karaktek tidak lepas dengan makna filosofinya, hal ini juga dilakukan oleh Erwin dalam menciptakan karakter Kang Odji. Erwin menjelaskan tentang makna filosofis dibalik atribut yang dikenakan Kang Odji. 
 
“Jika diurutkan berdasarkan kepala sampai kaki, maka yang pertama adalah peci atau songko yang melambangkan simbol agamis umat Islam dan menjadi ciri khas orang Indonesia, lalu ada kacamata yang digunakan melambangkan Kang Odji adalah sosok karakter yang terpelajar dan berwawasan luas, wajah Kang Odji didesain oval dengan senyumnya yang lebar diartikan sebagai  seorang pemuda yang ramah. Baju muslim beserta rompi dengan lengan tiga per empat melambangkan pakaian sunah dan celana tiga per empat di atas mata kaki juga melambangkan sunah Rasulullah SAW bahwa kaum ikhwan disunahkan untuk mengenakan celana di atas mata kaki. Tangan kanan Kang Odji memegang Alquran perlambang ciri khas kitab suci umat Islam. Dan tas hitam yang dikenakan diartikan sebagai tempat menyimpan Alquran seperti tas yang biasa dikenakan anak muda pada umumnya untuk menyimpan sesuatu, " papar Erwin. 
 
Karena itu, besar harapan Erwin jika karakter maskotnya dapat dijadikan contoh anak muda untuk berpenampilan syar’i secara agamis dan mengamalkan Alquran di kehidupan sehari-hari. Pria yang memiliki bisnis clothing artware @blakasutaclothing dan mengembangkan windesain.com di Banyumas ini berbagi tips kepada pengunjung mengenai cara mendesain yang baik.
 
Yang pertama yakni desainlah sesuatu berdasarkan perencanaan tema yang akan diangkat, yang kedua buatlah suatu yang karakternya kekinian (tidak keinggalan zaman), yang ketiga fokuslah pada tema yang diambil, dan yang keempat tentukan makna filosofisnya. 
 
Di akhir talkshow Erwin menyampaikan kepada pengunjung  agar melakukan hal yang dicintai sesuai passion yang dimiliki, karena bisa saja hal ini menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan melalui kreatifitas yang dimiliki berdasarkan kesukaan atau minat (passion).
 
“Karena jika kita bekerja dengan hal-hal yang kita sukai maka hasilnya jauh lebih maksimal dan membuat perasaaan jauh lebih bahagia. Satu hal lagi, jangan pernah takut keluar dari zona nyaman. Hiduplah dari passion kalian masing-masing,”
Erwin membuktikan bahwa hobi yang dikemas dengan kemampuan dan kreativitas mampu mendatangkan rezeki dari cara yang tak terduga dari Allah SWT. (nat)
 

Back to Top