Konsep ‘Halal Cultural Destination’ Makin Kuat, Aceh Terima 8 Sertifikat Warisan Budaya dari Kemendikbud

gomuslim.co.id- Sebagai salah satu daerah di Indonesia yang sedang naik daun pariwisata halalnya, Aceh memang tak henti membuat inovasi. Selain mewakili Indonesia di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), baru-baru ini Aceh menerima delapan sertifikat warisan budaya tak benda untuk delapan karya budaya masyarakat.

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy langsung kepada Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi di Gedung Kesenian Jakarta pada Oktober 2016 lalu.

Upacara penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia 2016 dimeriahkan dengan aneka pertunjukan seni berbagai daerah. Dari Aceh ditampilkan Guel, dimainkan oleh Sanggar Seni Guel Sebayung dan Rangkaian Bunga Kopi.

Dengan sertifikat ini, Aceh semakin kuat mengembangkan konsep Halal Cultural Destination-nya. Adapun, delapan sertifikat warisan budaya tersebut terdiri dari Canang Kayu (Aceh Singkil), Likok Pulo (Aceh Besar), Meracu (Aceh Besar), Mak Meugang (Aceh Besar), Nandong (Simeulue), Manatakhen Heinei (Aceh Singkil), Guel (Aceh Tengah-Bener Meriah), dan Pacu Kude (Aceh Tengah-Bener Meriah). Dengan penetapan tersebut berarti Aceh sudah memiliki 42 warisan budaya tak benda sejak diluncurkan program ini pertama kali pada tahun 2013.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan  pelestarian dan pengelolaan warisan budaya perlu dilaksanakan dengan penanganan serius dari pemerintah daerah dan pihak lainnya yang terlibat.

“Warisan budaya Indonesia, khususnya Warisan Budaya Tak benda Indonesia terancam punah, antara lain disebabkan karena warisan budaya takbenda tersebut tidak dilindungi dengan baik,” kata Mendikbud dalam rilis resmi Disbudpar Aceh.

Menurutnya, pemeritah pusat tidak dapat bergerak sendirian untuk upaya pelestarian warisan budaya. Hal ini perlu dilakukan bersama-sama secara beriringan.

Menaggapi hal tersebut, Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi mengatakan akan menindaklanjuti penetapan warisan budaya tersebut.“Dalam waktu dekat kita akan serahkan sertifikat ini kepada pemerintah kabupaten masing-masing dan Aceh memiliki perhatian serius terhadap pelestarian budaya daerah. Berbagai upaya juga kita lakukan. Tahun depan kita akan ajukan lagi karya budaya lainnya untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda,” jelas Reza Fahlevi.

Sebelumnya, mulai November 2016 Provinsi Aceh akan mewakili Indonesia bersama peserta lain dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Pada ajang tersebut, Aceh maju dalam dua kategori, yaitu World's Best Halal Cultural Destination dan World's Best Airport for Halal Travellers yang diwakili  Sultan Islandar Muda Airport di Banda Aceh.

Untuk mendukung Aceh dan daerah Indonesia lain, masyarakat Indonesia bias memilih secara online. Cara Voting kampanye yang diberi nama #MenangkanIndonesia ini adalah dengan klik di link bit.ly/VOTEIndonesia atau www.voteindonesia.com. Isi biodata di form (nama, email, bisang industri) dan kemudian klik daftar nominator di masing-masing kategori dan pilih nominator dari Indonesia.  (fau/disbudparaceh/dbs)


Back to Top