Berderma Makanan Halal di Australia Lewat 'Halal Food Bank'

gomuslim.co.id- Keprihatinan umat Muslim di Perth, Australia terkait makanan halal dan baik (thoyyib) membuat mereka tergerak untuk mendirikan sebuah lembaga bernama Halal Food Bank. Ini adalah suatu wadah dimana makanan-makanan halal dan thoyyib bisa didapatkan bagi mereka yang membutuhkan. Mereka menilai bahwa berderma dengan memberikan makanan kepada mereka yang tak berpunya memang baik. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan yakni  memberikan hidangan yang halal dan baik (thoyyib) pada mereka yang memang membutuhkan.
 
Dilansir dari publikasi Watoday, di Australia sudah banyak lembaga yang menyediakan bank makanan untuk kaum dhuafa. Misalnya saja Foodbank Australia, Second Bite dan Food Rescue. Namun sejauh ini belum ada yang secara khusus melayani kaum dhuafa yang beragama Islam. 
 
Saat ini dengan hadirnya Halal Food Bank, maka kaum dhuafa yang beragama Islam tidak perlu cemas dengan apa yang mereka konsumsi. Uniknya pendiri Halal Food Bank mengatakan tujuan pendirian bank makanan halal ini tak sekadar untuk Muslim semata. Mereka yang membutuhkan namun tidak beragama Islam tetap diterima, karena semboyan sang pendiri adalah "Tidak sekadar memberi makanan pada mereka yang membutuhkan, tapi juga menghubungkan orang dengan budaya mereka sendiri dan memberikan rasa aman dan nyaman.”   
 
Center for Social dalam penelitiannya menemukan 63,4 persen dewasa di Australia menghadapi masalah keuangan serius yang mengancam keberlanjutan hidupnya. Sementara dua juta dari mereka yang mengatasi masalah ekonomi ini benar-benar berada dalam kondisi kritis. 
 
Kordinator Halal Food Bank Perth Project, Maryam Khan berharap dengan membantu semua orang yang membutuhkan Halal Food Bank bisa juga menghubungkan orang-orang, terutama para imigran dan pencari suaka dengan makanan yang biasa mereka nikmati.   
 
Maryam mengatakan selama ini mereka kurang berselera namun terpaksa memakan hidangan ala Australia. Dengan menyajikan makanan yang akrab di lidah mereka, diharapkan adaptasi mereka akan lebih mudah. "Makanan bisa menghubungkan orang-orang, namun sebenarnya juga bisa menghubungkan dengan diri mereka sendiri, budaya dan tradisi mereka. Dan tentunya cenderung lebih aman dan sehat untuk pencernaan mereka," kata Maryam.  
 
Dengan menjamin kehalalan makanan yang disajikan juga akan membuat kaum dhuafa itu lebih merasa aman karena merasa tak ada aturan agama yang mereka langgar. "Jika Anda terpaksa tinggal di negara lain Anda akan merasa kehilangan, bagi sebagian orang ini sangat membingungkan," ucap Maryam. 
 
Apalagi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan kemungkinan mereka tidak lagi bisa pulang ke rumah sendiri. "Selama orang masih bisa pulang ke kampung halaman, mereka tidak akan kehilangan segalanya," kata Maryam. "Tapi jika Anda bisa membawa budaya Anda sendiri ke tempat baru, setidaknya hal itu akan menyeimbangkan berbagai perubahan itu." (nat/dbs)

Back to Top