OPQ 2016

Cabang Tafsir Quran Bahasa Arab dan Indonesia Jadi Pembeda di Final Lomba Utama Olimpiade Pecinta Quran

gomuslim.co.id- Berbeda dengan cabang MTQ dan MHQ, cabang perlombaan Tafsir Quran Bahasa Arab dan Indonesia tidak dibagi ke dalam tiga kategori khusus. Cabang Musabaqah Tafsir Quran yang merupakan salah satu lomba utama di pekan Olimpiade Pencinta Quran (OPQ) digabung antara peserta ikhwan dan akhwat. Lomba ini dilaksanakan di ruang Muzdalifah 1 kawasan Islamic Centre Bekasi, Jum’at (11/11).

Penanggungjawab perlombaan M Zulfi Ali mengatakan khusus perlombaan Tafsir Quran ini tidak ada kategori untuk anak. “Perlombaan Tafsir Quran Bahasa Arab dan Indonesia ini hanya untuk peserta dewasa. Maka dari itu, kita gabungkan dari keduanya karena memang perlombaan ini bukan untuk anak yang belum mencapai usianya,” katanya.

Selain itu, kata Zulfi, khusus perlombaan tafsir ini, panitia menjadwalkan perlombaan akan selesai di hari esoknya, Sabtu (12/11). “Hal ini karena digabung jadi peserta pun tentu lebih banyak daripada MTQ dan MHQ. Selain itu, perlombaan tafsir memang terkait dengan pemahaman ayat Alquran jadi akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari cabang lomba lain,” ujarnya.

Namun demikian, terang Zulfi, jika memungkinkan perlombaan ini juga akan diselesaikan di hari Jumat. “Kita lihat nanti kondisinya seperti apa. Kalu memungkinkan selesai di hari ini juga ya tidak masalah. Justru lebih baik, karena kita bisa lebih punya banyak waktu untuk persiapan acara penutupan akbar di Stadion Bekasi,” ungkapnya.

Terkait dengan peserta, Zulfi menerangkan bahwa pada dasarnya semua peserta berasal dari perwakilan setiap provinsi yang ada di Indonesia. “Peserta TQ ini bisa jadi lebih dari 25 orang mengingat ada beberapa provinsi yang mengirimkan lebih dari satu peserta. Bisa saja karena ini kan digabung antara ikhwan dengan akhwat dalam perlombaannya,” jelasnya.

Selain itu, untuk dewan hakim atau juri sendiri dipilih panitia dari berbagai lembaga seperti Lembaga Pengembangan Tilawah Quran (LPTQ) Jakarta, Masjid Istiqlal, dan beberapa lembaga lainnya. “Dewan juri sendiri berasal dari LPTQ Jakarta, Masjid Istiqlal, IIQ Jakarta dan beberapa lembaga Quran lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya, pembagian dewan juri sendiri, lanjut Zulfi, di setiap golongan akan ada 6 dewan juri yang dibagi kedalam tiga bidang khusus. “Untuk cabang TQ ini keenam dewan juri dibagi kedalam tiga bidang yaitu bidang tafsir, bidang tahidz, serta bidang tajwid dan fashohah. Setiap bidang akan diisi oleh dua orang dewan juri,” terangnya.

Sementara itu, mengenai peserta TQ Bahasa Arab dan Indonesia ini terdiri dari 24 provinsi di Indonesia. Mulai dari Papua, Gorontalo, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Lampung, NTB, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, Kalimantan Timur, DP Mesir, Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. 

Adapun untuk pengumuman hasil kejuaraan TQ ini, kata Zulfi, akan diumumkan di hari penutupan pekan Olimpiade Pencinta Quran (OPQ) 2016 yang akan dilaksanakan pada hari Ahad, 13 November 2016. “Pengumuman Pemenang dan Juara Lomba Utama TQ Bahasa Arab dan Indonesia ini akan diumumkan di acara puncak Tilawah Akbar. Kita harapkan 50.000 umat hadir semarakan acara ini di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 12.00 WIB,” tandasnya. (njs)

Berikut ini daftar dewan juri untuk cabang TQ di OPQ 2016:

Golongan Indonesia dan Arab

Bidang Tafsir

- Prof. Dr. Hamdani Anwar (Ketua)

- Dr. H. Husnul Hakim, MA

Bidang Tahfidz

- Ustazah Hj. Ade Halimah (penanya)

- Dr. KH. HA. Muhaimin Zein

Bidang Tajwid dan Fashohah

- Ustazah Sami'ah

- Ustazah Hurul 'Ien

 


Back to Top