OPQ 2016

Olimpiade Pecinta Quran Resmi Ditutup

gomuslim.co.id- Pada Sabtu, (12/11) adalah hari terakhir Olimpiade Pecinta Quran (OPQ) yang diselenggarakan oleh One Day One Juz (ODOJ) di Islamic Center Bekasi. Walaupun Sabtu ini merupakan hari terakhir, namun tidak menyurutkan antusias pengunjung untuk datang.
 
Di hari terakhir ini ada tiga talkshow yang cukup menarik perhatian pengunjung. Talkshow dengan tema Kalkulus (Kajian Alquran ala Ustadz) Spesial OPQ “Membangun Karakter Keluarga Qur’ani” menjadi pembuka. Ustadz Bendri Jaisyurrahman seorang pakar parenting Islami menjadi pembicara. Pada talkshow kali ini ustadz Bendri menjelaskan akan pentingnya pendidikan Islami bagi anggota keluarga “Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT yakni dengan cara menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam berkeluarga, dan buat visi yang sama untuk bersama-sama menuju syurga,” katanya.
 
Selain itu Komunitas One Day One Juz juga menyuguhkan film ODOJ perdananya yang berjudul ‘Supirman’. Film yang bernafaskan Islam ini dibalut genre komedi, penulis film Supirman mengatakan bahwa diharapkan film ini akan menjadi media dakwah kepada generasi muda agar mencintai Alquran. 
 
Pengunjung kian memadati panggung utama, karena pada sore hari akan ada ODOJ Award. Acara ini adalah suatu bentuk apresiasi ODOJ memberikan penghargaan kepada anggotanya. Ada beberapa kategori yang diapresiasi yakni karya tulis admin terbaik ikhwan dan akhwat, ODOJer termuda ikhwan dan akhwat dan ODOJer tertua ikhwan dan akhwat yang diapresiasikan kepada Ibu berusia 70 tahun dan Bapa dengan usia yang sama. Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para ODOJ’er dalam mengamalkan One Day One Juznya setiap hari. 
 
Setelah itu, DK Bimz Omar Al-Tiemji seorang penulis buku “Hijrah Bersama ODOJ” berbagi cerita dan pengalamannya mengenai proses pembuatan buku ini. Dia mengungkapkan awal terinspirasi menulis dengan membuat sayembara cerita tetang hijra para ODOJ Liner, lalu dikumpulkan dalam satu kisah dan terbentuklah sebuah buku. Cerita dari buku ini mengangkat pengalaman pribadi para ODOJ Liner, mengenai awal hijrah menuju keistiqomahan dalam mengamalkan membaca Qur’an. 
 
Ba’da sholat isya serangkaian kegiatan secara resmi ditutup oleh ketua pelaksana Olimpiade Pecinta Quran. Selanjutnya, ada pertunjukan solo nassyid yang dibawakan oleh Taufik sebagai juara pertama dan Nova sebagai juara ketiga. Alunan suara penyanyi solo nassyid yang syahdu membuat suasana akhir acara terasa berkesan. 
 
Di malam harinya pengunjung kian memadati area panggung utama untuk menunggu pertunjukan dari Izzatul Islam, grup msik religi yang peduli dengan Palestina. Konser amal ini mampu membuat pengunjung tergugah hatinya dengan keadaan di Palestina untuk beramal bersama Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP). Dana amal yang dibuka mulai dari 250 ribu hingga 1 juta rupiah, jumlah total dana yang terkumpul mencapai 69 juta rupiah.
 
Acara penutupan berlangsung meriah. Penonton merasa puas dengan adanya serangkaian acara Olimpiade Pecinta Quran. “Harapannya supaya tahun depan acara yang serupa lebih meriah lagi dan serankaian acaranya bias lebih beragam,” ungkap Annisa salah satu pengunjung. (nat)

Back to Top