Dukung Wisata Halal Indonesia, Begini Cara Angkasa Pura II Tarik Wisatawan Muslim

gomuslim.co.id– Industri produk halal saat ini tengah berkembang di seluruh dunia. Banyak negara yang ikut andil, baik yang mayoritas penduduknya beragama Muslim ataupun yang penduduknya minoritas Muslim mencoba menangkap peluang ini dengan melakukan berbagai cara dan yang pasti memberikan sertifikasi pada produk halal mereka.

Indonesia menargetkan kunjungan turis asing ke Tanah Air pada tahun 2019 mendatang dapat menembus angka 20 juta pengunjung. Hal ini juga diamini oleh Angkasa Pura II yang ikut mendukung pencapaian target tersebut dengan sejumlah cara.

PT Angkasa Pura II (AP II) berkomitmen untuk turut mengembangkan pariwisata Indonesia dengan meningkatkan rute penerbangan internasional, serta mempromosikan destinasi-destinasi wisata lokal di setiap bandara yang dikelola perusahaan.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima gomuslim, salah satu langkah perseroan dalam mengembangkan pariwisata ini adalah melalui penandatanganan MoU atau nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata.

Bersama Kemenpar, AP II akan bersinergi memperkenalkan pariwisata nasional ke dunia internasional serta meningkatkan jumlah wisman ke Indonesia.

"AP II akan berperan aktif dalam meningkatkan frekuensi kunjungan wisman ke Indonesia. Khususnya melalui bandara yang dikelola perusahaan, antara lain dengan menyediakan program insentif bagi maskapai yang membuka rute baru penerbangan internasional," ujar Chief of Air Traffic & Tourism Development PT Angkasa Pura II (Persero) Rosita Kurniawati.

AP II juga akan mencantumkan logo Wonderful Indonesia serta menampilkan video dan foto milik Kemenpar di seluruh bandara yang dikelola perusahaan. Di samping itu, AP II juga akan ikut berpartisipasi dalam setiap event internasional dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Fasilitas dan pelayanan di bandara juga akan terus ditingkatkan agar turis makin nyaman. Misalnya saja di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh, yang menjadi finalis di World Halal Tourism Awards 2016.

Penyesuaian di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau pun akan dilakukan, dengan memperpanjang jam operasional dari pukul 19.00 WIB menjadi pukul 24.00 WIB seiring dengan rencana Sriwijaya Air dan Citilink membuka penerbangan dari Tiongkok.

Di sisi lain, sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan di bandara-bandara, AP II berkomitmen menampilkan kearifan lokal dipadu dengan teknologi informasi terkini sebagai bagian peningkatan kepada penumpang pesawat.

"Saat ini AP II sedang melakukan transformasi bisnis salah satunya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur fisik dan lunak," tutur Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin.

Infrastruktur lunak adalah teknologi informasi dalam rangka menunjang smart airport di bandara. Quick Win untuk airport go digital sudah ditetapkan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Terdapat 9 program utama dalam mewujudkan smart airport di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Kesembilan program itu adalah penyediaan aplikasi mobile, kios self service check in dan self service baggage drop, peningkatan bandwidth WiFi menjadi 50 Mbps per access point, smart toilet, smart parking building, pembuatan fleet management system untuk shuttle dan public bus bandara, digitalisasi proses antrian taksi, pembangunan airport operation control center (AOCC), serta integrasi automatic baggage handling system (Automatic BHS).

Untuk jumlah penumpang di seluruh bandara yang dikelola AP II, pada periode Januari-Oktober 2016 tercatat adanya peningkatan 77,66 juta penumpang atau meningkat 12,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 68,96 juta penumpang.

Hingga akhir tahun ini atau sepanjang Januari-Desember 2016 diperkirakan jumlah penumpang dapat mencapai 93,23 juta atau naik 11% dibandingkan dengan Januari-Desember 2015 sebanyak 84,29 juta penumpang.

Peningkatan jumlah penumpang di antaranya didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang cukup baik. Sehingga permintaan perjalanan dengan pesawat meningkat, di mana hal ini juga dapat dilihat dari dibukanya rute-rute baru baik itu internasional maupun domestik.

"Pada tahun ini juga beberapa maskapai juga mengganti pesawat berbadan sedang atau narrow body menjadi berbadan lebar atau wide body sehingga kapasitas meningkat," tutur Awaluddin. (ari/dbs)


Back to Top