Gaet Lima Lembaga Penyalur, BNI Syariah Permudah Layanan Wakaf untuk Masyarakat

gomuslim.co.id- Dalam rangka rangka mempermudah masyarakat untuk berwakaf, BNI Syariah menggandeng lima lembaga penyalur wakaf yang ada di Indonesia untuk melakukan perjanjian kerjasama dalam program Wakaf Hasanah. Adapun kelima lembaga tersebut yaitu Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Global Wakaf, Yayasan Pesantren Al Azhar, dan Badan Wakaf Indonesia.

Perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A. Said, Direktur Utama Yayasan Pesantren Al-Azhar, Nanda Putra S., CEO Yayasan Rumah Zakat, Nur Effendi, dan Presiden Yayasan Global Zakat, N. Imam Akbari.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, dalam website Wakaf Hasanah akan menampilkan informasi mengenai beberapa katalog project program produktif. “Program Wakaf Hasanah merupakan program dalam rangka pemasaran bersama mengenai kemudahan berwakaf kepada masyarakat, untuk melakukan setoran wakaf uang,” ujarnya.

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, dengan adanya program Wakaf Hasanah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para wakif untuk berwakaf, dan menunjang tercapainya pengumpulan dana wakaf umat secara optimal. Denvan demikian, dana wakaf tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan sosial di Indonesia.

“Berwakaf sekarang lebih mudah. Dengan adanya kerjasama ini kami berharap kita semua dapat bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakta tentang kemudahannya. Selain itu wakaf juga dapat dengan mudah dilakukan secara tunai oleh siapapun,” ujarnya di Jakarta, Senin (14/11).

Imam menegaskan melalui program Wakaf Hasanah ini, diharapkan masyarakat dari semua golongan dapat dengan mudah berwakaf. Hal demikian karena wakaf dapat dilakukan dengan uang tunai tanpa harus menunggu mapan dan mempunyai harta tertentu. “Tidak harus menunggu kaya dulu baru berwakaf,” tambahnya.

Selain itu, Imam mengatakan, BNI Syariah dalam hal ini berusaha memfasilitasi gaya hidup hasanah melalui pengelolaan keuangan salah satunya melalui wakaf. Hal ini sesuai komitmen BNI Syariah yang mengusung Hasanah Lifestyle Banking. “Wakaf merupakan amalan yang tidak putus pahalanya dan akan terus mengalir meskipun orang yang berwakaf sudah meninggal dunia,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan menggali potensi kerja sama lainnya yang saling menguntungkan dengan masing-masing lembaga dengan tujuan yang sama yaitu berdakwah. “Potensi wakaf di Indonesia begitu besar. Kami selaku pengelola wakaf menginginkan supaya masyarakat dapat terpenuhi keinginannya untuk berwakaf,” ungkapnya

Program Wakaf Hasanah merupakan upaya BNI Syariah untuk mengubah model bisnis. Sebelumnya, ketika ada nasabah yang ingin berwakaf tunai yakni hanya datang ke bank syariah kemudian bank syariah terkait akan mengeluarkan sertifikat wakaf tanpa mengetahui projeknya. Dalam model bisnis tabungan wakaf yang baru ini, BNI Syariah akan melakukan penilaian kepada lembaga-lembaga wakaf yang memiliki aset wakaf selayaknya penilaian kepada para nasabah.

Setelah dinyatakan visible, nantinya BNI Syariah akan mencantumkannya di brosur maupun website sebagai informasi kepada nasabah agar bisa ikut berpartisipasi untuk membuka rekening tabungan wakaf dan memilih aset wakafnya. Imam menjelaskan, rekening tabungan wakaf merupakan rekening aktif dimana nasabah bisa memantaunya namun tidak bisa diambil. Nantinya, BNI Syariah akan rutin memberikan laporan kepada pemilik rekening terkait progres aset wakaf yang terjadi di lapangan.

Dengan demikian, diharapkan tingkat kepercayaan dan ketertarikan masyarakat akan meningkat karena dengan jumlah penduduk muslim yang besar di Indonesia aset produktif yang dibangun dengan dana wakaf belum dikenal oleh masyarakat. Imam mencontohkan Malaysia sudah memiliki empat hotel bintang empat dan bintang lima yang dibangun dari hasil wakaf.

“Ini yang hilang dari sistem ekonomi kita, karena pengalaman di negara-negara lain seperti Turki adalah hanya lembaga wakaf dan menteri wakaf yang masih bertahan, serta tidak runtuh sejak zaman kekhalifahan sampai sekarang,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top