Indonesia Miliki Infrastruktur Keuangan Syariah Paling Lengkap di Dunia

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah di Indonesia hingga saat ini berkembang cukup pesat dan memiliki infrastruktur penunjang paling lengkap di dunia. Besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia turut menjadi alasan dari pesatnya perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri keuangan syariah di Indonesia memiliki infrastruktur pendukung terlengkap di dunia.

Di mana, kelengkapan tersebut terlihat dari besarnya jumlah kementerian yang terlibat dalam penyediaan infrastruktur syariah di dalam negeri. Hal ini diakui Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan, dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Deden Firman H.

"Ternyata, infrastruktur industri keuangan syariah di Indonesia terlengkap di dunia," kata Deden dalam acara "Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa" di Bogor, Jawa Barat.

Deden mengatakan beberapa kementerian terlibat mengembangkan industri keuangan syariah seperti kementerian agama, kementerian keuangan, dan kementerian koperasi dan UMKM. Selain itu pesatnya perkembangan industri keuangan syariah ini turut direspons secara cepat oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan penyediaan infrastruktur syariah. Bahkan, saat ini infrastruktur keuangan syariah di Indonesia merupakan salah satu yang terlengkap di dunia.

Dia mengatakan banyak institusi yang terlibat di dalam keuangan syariah. Sebut saja ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia, OJK, Dewan Syariah Nasional, Kementerian Keuangan, dan Badan Arbitrasi Syariah Nasional (Basyarnas).

"Ada juga Kementerian Koperasi dan UKM karena ada BMT (Baitul maal tanwil)," kata Deden.

Deden melanjutkan Indonesia juga memiliki institusi pendidikan yang turut terlibat dalam pengembangan keuangan syariah. Dikatakan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 100 program studi (prodi) keuangan syariah. "Hampir sekarang semua universitas punya prodi keuangan syariah, bahkan saat ini prodi syariah sudah lebih 100 prodi. Jadi supply fresh graduate (pada bidang ekonomi syariah) akan banyak pada saatnya nanti," jelas dia.

Saat ini, terdapat 13 Bank Umum Syariah dan 21 Unit Usaha Syariah (UUS). Lulusan universitas pada rumpun ilmu ekonomi syariah diharapkan mampu mencukupi kebutuhan sumber daya manusia pada industri keuangan syariah dalam negeri. "Ada juga 165 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah. Perbankan kita juga sering disebut dua banking sistem," katanya.

"Industri keuangan syariah dilihat dari sisi infrastrukturnya paling lengkap di dunia. Misalnya kita kan ada BPR syariah, ada juga BMT (Baitul Maal wa Tamwil). Melihat hal ini, maka ada regulasi BI, hingga Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI yang mengatur industri keuangan syariah. Dengan begitu infrastruktur syariah paling lengkap," tuturnya di Hotel Aston, Bogor, pekan lalu.

Infrastruktur keuangan syariah di Indonesia bahkan juga lebih lengkap dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia. Kelengkapan infrastruktur dapat dilihat dari besarnya jumlah Kementerian yang terlibat dalam penyediaan infrastruktur syariah di Indonesia.

Saat ini, terdapat beberapa kementerian yang terlibat seperti Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Koperasi dan UMKM. Sinergi ini pun nantinya akan terus dikembangkan seiring dengan pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

"Misalnya juga Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, hingga institusi pendidikan. Jadi kita lengkap dibandingkan negara lain," kata Deden. (nat/dbs)


Back to Top