Pertahankan Identitas, Begini Aktivitas Dakwah Muslimah di Polandia

gomuslim.co.id- Gaya hidup sesuai dengan syariat menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. Meski berada di tengah budaya yang hampir bertentangan, identitas sebagai Muslim tetap dijaga. Hal inilah yang sedang diperjuangkan Muslim di Polandia. Hidup di tengah komunitas barat tak lantas melunturkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang ulama asal Mesir, Syekh Yusuf al-Qardawi menyeru kepada Muslim di Polandia untuk berjuang memenuhi kewajiban primer dalam Islam. Namun, dirinya juga menganjurkan untuk tetap fleksibel untuk urusan sekunder. Hal demikian menurutnya bisa membuat Muslim di Eropa mendapat legitimasi terhadap gaya hidup Islami di tengah komunitas Barat.

“Di mana pun kita menjalani hidup, selama nilai-nilai Islam tetap menjadi rujukan utama, maka kita adalah seorang Muslim. Pentingnya membaur dengan masyarakat yang berbeda budaya dan agama yang berbeda justru menjadi kelebihan untuk mempromosikan nilai Islam yang mulia nan luhur,” ujarnya.

Polandia sendiri merupakan negara bagian timur Eropa. Dulunya, paham komunis begitu kental di negara ini. Polandia memiliki sejarah yang sangat panjang untuk menjadi negara merdeka. Bahkan negara ini pernah lenyap dari peta eropa selama 123 tahun. Namun siapa sangka, Islam turut memberi warna bagi bangsa Polandia. Muslim Tatar dari Asia Tengah datang pada abad ke 14, menetap dan berasimilasi dengan warga sekitar.

Bertahan selama lebih dari 700 tahun, Muslim Tatar berhasil berasimilasi dengan masyarakat Polandia tanpa kehilangan identitas sebagai Muslim, meski tampak pula pengeropaan terhadap tradisi Islam. Belakangan muncul dengan gerakan Jadidisme, sebuah gerakan pembaruan. Meski terpisah dari dunia Islam, interaksi sehari-hari Muslim Tatar dengan berbagai agama memunculkan sikap moderat.

Persoalan muncul di komunitas Muslim yang datang kemudian. Untuk hal ini, Muslim League menyerukan para imigran Muslim Sunni untuk menjalankan prinsip wasathiyah (pertengahan) dan ijtihad untuk menyelesaikan persoalan kontemporer. Penggunaan jasa bank konvensional, fertilisasi in vitro, memelihara anjing, dan yang lainnya merupakan fenomena biasa yang terjadi di tanah Eropa.

Sementara itu, aktivitas dakwah di Polandia bisa dibilang cukup baik. Beruntung di kota Byalistok ada satu muslimah yang peduli dan aktif melakukan syiar Islam. Ia adalah Dagmara Sulkiewicz yang bekerja sebagai staf di masjid kota Byalistok. Tidak hanya itu, deretan aktivitas lain selalu memadati hari-hari Dagmara.

“Hanya ada sedikit Tatar yang masih mempelajari agama mereka. Pada umur 8 tahun, saya belajar dari seorang guru di Yugoslavia dan kota-kota lainnya di Arab. Mereka memberi tahu saya untuk belajar. Alhamdulillah, penting bagi saya karena Tatar yang tinggal di Polandia sangat jauh dari Islam. Jadi tidak ada satupun yang memberi tahu mereka untuk menunjukkan agama mereka. Itulah mengapa saya melakukan hal ini. Seseorang memberi tahu saya dan saya ingin mendapatkan pengetahuan ini,” ungkapnya.

Perempuan 34 tahun ini punya jadwal rutin untuk mengajar anak-anak muslim setiap akhir pekan. Metode yang digunakan Dagmara juga membuat kelas lebih semarak. Belajar membaca huruf Arab, hingga menghafal Asmaul Husna menjadi lebih menyenangkan.

Kelas ini membawa angin segar bagi keluarga muslim Tatar. Meski hanya diadakan seminggu sekali, namun hal ini bisa menjadi langkah positif bagi perkembangan Islam di Byalistok. Ibu Dagmara, Zofia, tinggal sendiri di sebuah apartemen mungil. Ayah Dagmara sudah meninggal dunia, sementara adik Dagmara tinggal di Jerman. Dagmara merupakan satu-satunya di keluarga yang teguh menjalankan syariat Islam.

Suami Dagmara, Marek Pottorzycky juga merupakan muslim asli Tatar. Layaknya Dagmara, jalan yang ia lalui sebagai muslim di Polandia kerap berliku. “Hidup sebagai muslim di Polandia tidak mudah. Ada banyak hal yang menjadi tantangan terbesar. Puasa di Polandia juga berat, sebagai satu-satunya muslim di tempat kerja, sangat susah mencari tempat salat disana, dan susah meminta cuti ketika ramadhan,” tuturnya.

Namun, di balik segala kesulitan ini, Dagmara tidak pernah mengeluh apalagi menyerah. Ia bangga sebagai muslim Tatar Polandia yang menjadikan Islam sebagai lentera kehidupannya. “Berjuang untuk mempertahankan nilai-nilai Islam menjadi sebuah kehormatan bagiku. Menjalankan syariat di tengah mayoritas berbeda ini menjadi tantangan yang harus terus ditaklukan,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top