Jepang Bersiap Tangkap Potensi Produk Halal di Banyak Sektor

gomuslim.co.id– Peningkatan jumlah belanja umat muslim serta potensi besar yang dihadirkan pada industri produk halal membuat sebagian besar negara di dunia mulai melirik bisnis ini. Jepang contohnya, yang semakin peduli dengan makanan halal. Ini dibuktikan dari banyaknya pilihan restoran serta hotel halal yang ramah muslim.

Dainari Goka, pemilik restoran berusia 70 tahun menyajikan ramen serta gyoza yang berjarak sekitar dua jam di Utara Tokyo. Ia setiap hari melayani setidaknya 1000 pelanggan muslim pertahun dari negara-negara seperti Indonesia, Pakistan dan Arab Saudi.

Walaupun ada beberapa restoran Jepang halal di Jepang, salah satu yang bisa wisatawan coba adalah restoran milik Mr. Goka. Pria ini merupakan pemilik restoran Nikkoken yang berada di kota Sano sebagai generasi ketiga dan sudah melayani menu ramah muslim sejak tahun 2000.

"Saya bertemu seorang drummer Afrika dari Guinea, dia bertanya apakah restoran ini punya makanan yang bisa dinikmati umat muslim. Dan sejak itulah saya tertarik untuk membuat makanan yang ramah untuk dinikmati siapa saja, termasuk umat Islam," jelas Goka dalam publikasi The Straits Times, (14/11).

Restoran ini adalah salah satu dari banyak bisnis halal yang ada di Jepang termasuk hotel dan outlet yang muslim friendly lainnya. Saat ini, terdapat sekitar 100.000 warga muslim yang tinggal di Jepang, sementara jumlah pengunjung muslim diperkirakan akan mencapai satu juta pada saat Tokyo menjadi tuan rumah saat Olimpiade 2020 mendatang.

Data terbaru dari Japan National Tourism Organization menunjukkan bahwa pertumbuhan signifikan dalam pengunjung dari banyak negara, dan negara muslim jadi salah satu mayoritasnya. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, ada 249.800 wisatawan dari Malaysia yang naik sekitar 33,4 persen dari tahun lalu. Sedangkan Indonesia tumbuh sekitar 27,7 persen menjadi 184.900 diperiode yang sama.

Bukan hanya restaurant ramen, sebuah hotel Muslim, Syariah Hotel Fujisan dibuka dekat danau Kawaguchi di kaki Gunung Fuji bulan Juli lalu. Hotel ini tidak hanya dilengkapi dengan ruang sholat tetapi juga menyajikan menu halal untuk para tamu.

Semakin aware nya Jepang juga dilihat dari maskapai penerbangan mereka yang sejak Juni, Japan Airlines telah menyediakan makanan Muslim bersertifikat halal pada penerbangan Internasional keluar Jepang. Selain itu, perguruan tinggi seperti Kobe University dan Nagoya University juga memiliki gerai dengan menu muslim friendly di kafetaria kampusnya.

Dibantu dengan maps, para turis juga bisa lebih mudah mengidentifikasi beragam bisnis yang ramah muslim di beberapa kota seperti Sapporo, Kyoto dan Osaka, serta daerah di Tokyo seperti Asakusa dan Shinjuku.

Sekai Cafe yang berada di Asakusa juga telah melayani pelanggan muslim sejak 2014 dan Noritaka Shibayama, selaku manager cafe mengatakan bahwa ia sering berkomunikasi dengan pelanggan muslimnya mengenai kreasi menu halal yang nantinya akan ia buat.

Banyak perusahaan yang telah mengamati peningkatan jumlah wisatawan Muslim dan pertukaran pelajar di Jepang. Hal ini juga telah menyebabkan Mr. Shinya Yokoyama yang memulai Media Halal Jepang sebagai salah satu penyedia informasi yang berhubungan dengan muslim di negara itu untuk menghapus persepsi bahwa pengunjung muslim sulit untuk mendapatkan informasi dan kenyamanan saat berkeliling Jepang.

Restoran bersertifikat halal, restoran makanan halal tapi masih melayani alkohol pada menunya serta pemiliknya muslim atau restoran yang dipegang oleh chef muslim merupakan salah satu layanan yang banyak tersedia di Jepang.

"Gerakan halal Jepang baru mulai dan kami dengan senang menyambut orang muslim untuk berkunjung ke sini," ujar Yakoyama. (ari/dbs/foto:halhalal)


Back to Top