Sumbar Masuk Nominasi World’s Best Halal Culinary Destination 2016, Nasi Padang Makin Mendunia

gomuslim.co.id- Ajang World Halal Tourism Award (WHTA) akan digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 7 Desember 2016 mendatang. Indonesia turut berkompetisi memperebutkan juara sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia tahun ini. Salah satu nominator dalam kategori World’s Best Halal Culinary Destination 2016 adalah Sumatera Barat (Sumbar) yang memiliki makanan khas, yaitu Nasi Padang.

Langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang mendorong Nasi Padang sebagai salah satu nominator dinilai sebagai ide yang sangat tepat. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, masakan khas dari Sumatera Barat ini sudah mendunia. “Rendang menjadi makanan yang populer dan pernah dinobatkan sebagai masakan paling lezat di dunia versi CNN Travel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menpar menambahkan rasa dari Nasi Padang sudah memenuhi selera  internasional. “Selain itu masakan ini merupakan salah satu langkah kita dalam menjaga kekayaan budaya dan produk asli Tanah Air. Biar tidak diklaim lagi oleh Negara tetangga lalu dipromosikan di mana-mana sebagai makanan asli sana, padahal itu adalah punya kita,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia Vita Datau Messakh yang masuk dalam tim pemenangan #WHTA2016 juga sepakat untuk mendorong Nasi Padang sebagai kuliner halal nomor satu di dunia. Ia mengungkapkan kuliner khas Sumatera Barat ini berpotensi menang di ajang World Halal Tourism Award 2016.

“Kalau soal halal karena materi dagingnya, tidak perlu diragukan, karena rendang itu berasal dari daging sapi, di negara mana saja mudah mencarinya. Bumbu-bumbunya itulah yang membuatnya semakin khas, dan kuat. Tapi, soal kuliner, Sumatera Barat memang harus diakui, salah satu jagoan kuliner dunia,” katanya.

Sementara untuk makanan super lainnya, Vita merujuk pada soto dan sate Padang. Selain kaya bumbu serta cita rasanya yang nendang di lidah, dua kuliner itu, kata dia, telah masuk daftar 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI).

Dua-duanya juga bisa dinikmati di segala suasana, mulai sarapan, makan siang sampai makan malam. “Soto dan sate padang juga mudah dibuat, mudah dimasak. Saya kira ini bisa menyaingi kuliner asal Malaysia, Abu Dhabi, Palestina dan Turki yang sama-sama menjadi nominator di World Halal Tourism Award 2016,” tuturnya.

Sebelumnya, pada ajang sport tourism internasional Tour de Singkarak (TdS) Agustus 2016 lalu, dua makanan itu juga ikut diperkenalkan. Baik soto maupun sate Padang menjadi santapan pembuka Festival Kuliner Soto serta Sate Nusantara yang ikut meramaikan momentum TdS 2016.

Banyak pembalap dunia yang terkesan dan suka dengan masakan khas tersebut. Peserta dari Iran, Malaysia, Filipina, Hongkong hingga Jepang, mengakui kelezatan kuliner Sumbar. Tak hanya soto dan sate Padang saja, Nasi Kapau yang terdiri dari nasi, sambal, dan lauk pauk khas Kapau, juga gulai nangka. Ayam Pop, jenis olahan ayam yang direbus dengan air kelapa juga ikut mendapat pujian dari peserta Tour de Singkarak.

“Namun pastinya yang paling penting adalah makanannya halal. Mayoritas penduduk di provinsi Sumatera Barat adalah muslim. Tentu mereka akan sangat hati-hati dan menjaga kehalalan setiap makanan yang dikonsumsi oleh setiap orang,” katanya.

Bagi yang ingin mendukung kuliner Sumatera Barat di World Halal Tourism Award 2016, masih ada waktu hingga 24 November 2016. Caranya mudah. Cukup klik www.voteindonesia.com,  setelah itu isi biodata di form (nama, email, bidang industri) dan kemudian klik LIST nominator di masing-masing kategori dan pilih nominator dari Indonesia di masing-masing kategori.

Menpar Arief Yahya juga terus mensupport 12 nominator yang lolos 5 besar itu untuk mendapatkan vote dari masyarakat Indonesia. Kuliner khas Sumatera Barat ini berpotensi menang di ajang World Halal Tourism Award 2016 dan semakin memperkuat brand Sumbar sebagai destinasi wisata halal dunia. (njs/dbs) 


Back to Top