Makin Banyak Penggemar, Kuliner Halal Jadi Incaran Dunia

gomuslim.co.id- Saat ini produk halal menjadi incaran kebanyakan orang di dunia. Diprediksi kenaikan pembeliannya semakin pesat di tahun 2021. Menurut faktanya kategori makanan dan minuman berada pada posisi teratas pengeluaran muslim tahun 2015. 
 
Seperti yang dipublikasikan oleh Thomson Reuters dan Dinar Standard, diprediksi pengeluaran muslim pada makanan dan minuman akan tumbuh dari $1,17 triliun (Rp 1,5 quintillion) tahun lalu jadi $1,9 triliun (Rp 2,4 quintillion) pada 2021.
 
Peluang dan tantangan tentunya dihadapi industri halal, termasuk di Timur Tengah. Dengan peningkatan keinginan investasi di ekonomi Islam oleh Usaha Kecil dan Menengah, bank syariah sudah kehilangan hasrat memberi pinjaman pada mereka. Membuat kondisi ekonomi saat ini tak berpihak pada salah satu sisi, dilansir dalam laporan Al Arabiya.
 
CEO Abu Dhabi Islamic Bank mengaitkan pemulihan sektor UKM dengan ekonomi itu secara keseluruhan. Ia mengharapkan ini bisa mulai terjadi pertengahan tahun depan. Di sisi lain, otoritas terkait makanan halal meyakini tantangan terbesar ke depannya adalah sistem akreditasi baru di Timur Tengah. Ini akan diluncurkan oleh GCC Standardization Organization.
 
Adapun sektor makanan halal tidak terbatas pada muslim atau ekonomi Islam. Menurut laporan, jumlah restoran halal diAmerika Serikat mengalami peningkatan pesat. Dari hanya 200 pada tahun 1998 jadi 7.600 untuk saat ini. Konsumen pun terdiri dari muslim dan non-muslim. Selain itu, Islamic Food and Nutrition Council of America memperkirakan total penjualan minuman dan makanan halal serta produk supermarket ikut meningkat sepertiga kali tahun ini dibanding 2010. Mencapai angka $20 miliar (Rp 261 triliun).
 
Keuangan Islam memang mendorong pertumbuhan ekonomi Islam dalam beberapa tahun belakangan. Tetapi seperti angka-angka yang telah disebutkan, makanan halal jadi pendongkrak baru ekonomi Islam.
 
Selain itu, tren kuliner halal semakin naik daun di Amerika. Tidak hanya dinikmati muslim, namun juga para penggemar makanan. Amerika Serikat sering dianggap kurang bersahabat dengan Islam. Meski begitu, penjualan makanan halal ternyata berkembang cepat di sana. Penikmatnya tak sekedar penduduk muslim Amerika.
 
Salah seorang muslim Amerika, Shahed Amanullah mengatakan ia hanya menemukan sekitar 200 tempat dengan makanan halal pada tahun 1998. Ketika itu ia mulai meluncurkan situs untuk membantu orang Amerika mencari makanan halal. Sekarang ia menemukan 7.600 tempat makanan halal. Menurutnya, halal membuat terobosan bahkan bagi orang-orang Amerika yang waspada terhadap muslim.
 
"Makanan merupakan perantara terbaik untuk berbagi budaya," ujar Amanullah seperti dilansir dari Bloomberg. Ketika makanan halal lebih mudah didapat di Amerika, The Halal Guys ikut berperan. Makanan kaki lima yang memadukan daging halal dan gyro itu disukai masyarakat Amerika. Mereka menyukai rasanya, bukan karena halal. Popularitasnya membuat The Halal Guys punya cabang dimana-mana. Seperti di New York, Chicago dan California.
 
"Ini adalah tempat yang harus dikunjungi untuk makan di New York. Tak ada hubungannya dengan bagaimana mereka memperlakukan hewan," ucap Alejandro Nova, warga Kolombia yang berkunjung ke The Halal Guys.
 
Di Amerika memang terbuka jalan bagi makanan suatu etnis berubah jadi mainstream. Ini telah berlangsung sejak lama dengan makanan Italia. Kemudian terjadi pula pada makanan kosher, yang cukup dekat dengan halal. Pada tiap tingkat jaringan makanan Amerika, halal telah menempati bagian kecil. Namun mampu berkembang pesat
 
Menurut Islamic Food and Nutrition Council of America terjadi kenaikan penjualan halal mulai dari restoran sampai supermarket. Lembaga yang mensertifikasi makanan halal ini memproyeksikan penjualannya mencapai $20 miliar tahun ini. Naik sepertiga dari tahun 2010. 
 
Whole Foods Market Inc. yang termasuk pelopor penjualan halal di Amerika, menempatkan produk halal dalam kategori paling cepat berkembang. Pertumbuhan penjualannya mencapai dua digit tiap tahunnya selama lima tahun terakhir. Whole Foods pun sudah menjalankan promosi Ramadan sejak 2011.
 
Adnan Durrani, CEO American Halal Co. pembuat merek halal Saffron Road memprediksi sebanyak 80 persen konsumen yang membeli produknya bukan bertujuan mengikuti aturan Islam. Namun hanya pencinta makanan yang ingin menikmati makanan beku berkualitas lebih baik. Saffron Road termasuk salah satu produk favorit di Whole Foods.
 
Senada dengan Adnan, Krishnendu Ray, associate professor studi pangan di NYU Steinhardt mengatakan itu mungkin terjadi karena halal "tertahan oleh stigma" yang dikaitkan beberapa orang Amerika terhadap Islam. "Atau, ini (halal) akhirnya bisa seperti kosher, yang dianggap lebih segar, makanan lebih baik," tambahnya. Melihat demografi penduduk, makanan halal nampak cukup menjanjikan. (nat/dbs)

Back to Top