Permudah Belajar Baca Alquran, Ustadz Ini Ciptakan Metode Cepat 30 Menit Bisa Membaca Alquran

gomuslim.co.id- Belajar membaca Alquran kini menjadi lebih mudah. Para pakar telah banyak menemukan berbagai metode khusus agar Muslim bisa dengan cepat membaca kitab suci. Salah satu penemu metode membaca Alquran terbaru adalah Ustadz Achmad Farid Hasan. Baru-baru ini, dia menemukan metode cara cepat membaca Alquran hanya dengan 30 menit.

Achmad mengaku buku karyanya yang berjudul 'Metode 30 Menit Bisa Membaca Alquran' sudah dipraktikkan selama kurang lebih 15 tahun. Sejak dibukukan pada 2005, buku tersebut berhasil terjual sebanyak 50 ribu eksemplar di berbagai daerah. Adanya metode ini bisa menjadi solusi dalam membantu umat Islam yang belum bisa membaca Alquran.

Lebih lanjut, lelaki yang pernah berprofesi sebagai dosen di Universitas Trisakti ini meyakini bahwa hanya butuh waktu 30 menit untuk masyarakat awam buta Alquran, dapat membaca kitab suci umat Islam ini. Karena Achmad menerapkan metode tersebut dengan mengubah tulisan Arab menjadi tulisan latin dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat mengenal huruf-huruf bahasa arab.

“Metode ini adalah satu-satunya metode yang memperkenalkan Alquran dengan panggilan huruf latin atau huruf Alquran-nya dibaca latinnya. Contoh alif dibaca A, hamzah dibaca A dan ain dibaca A, jadi dalam metode ini A itu ada tiga,” ujarnya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Achmad, tidak ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin belajar membaca Alquran. Hanya saja, kata dia, mereka harus fokus dalam belajar, dan didasari dengan kemauan diri sendiri. “Dengan begitu, metode ini akan berhasil membantu masyarakat untuk belajar membaca Alquran, bahkan peresentasenya bisa sampai 100 persen,” katanya.

Cara tersebut diyakini mudah dan ringan untuk diterima oleh para muridnya. Kemudian, keunggulan atau keunikan lainnya yaitu metode ini memberi ciri-ciri pada setiap huruf Alquran yang berjumlah 30 itu disamping mengenalkan ilmu tajwid. Biasanya Achmad mengajar untuk anak-anak berusia 9 tahun hingga orang dewasa berusia 70 tahun.

Achmad menerapkan beberapa persyaratan bagi yang ingin belajar membaca Alquran. Persyaratan itu adalah harus fokus, tidak boleh mengantuk atau tertidur, atas kemauan diri sendiri, dan mengenal huruf latin. “Tanpa salah satu dari keempat persyaratan itu, maka mustahil akan berhasil. Jadi, memang harus semua diikuti aturannya,” katanya.

Dalam mengajar metode tersebut, Farid terlebih dulu mengenalkan huruf-huruf Alquran. Setalah itu, baru dia mengajarkan muridnya membaca surat Alquran. Untuk mengawalinya, Farid memilih, Surat Al- Hajj. Ini karena, menurutnya, surat tersebut jarang dikenali oleh banyak orang. Upaya tersebut untuk menghindari orang-orang yang hanya menghapal surat-surat Alquran tanpa bisa membacanya. “Alhamdulillah, sudah puluhan ribu peserta yang ikut pembelajaran ini sudah bisa membaca Alquran,” ujarnya.

Achmad menulis buku pertamanya itu bersama sang istri, Zulfi Ida Syarifah. Mereka meyakini bahwa metode ini merupakan hidayah yang ia terima dari Allah SWT. Selain memiliki latar belakang pendidikan pesantren, Achmad juga pernah belajar di salah satu sekolah tinggi Islam di Surabaya.

Sambil menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi, Achmad memanfaatkan waktu luangnya dengan mengajar beberapa metode dasar membaca Alquran sebelumnya. Itu dilakukan di lingkungan masyarakat baik perorang dan kelompok. Faktor-faktor itulah yang membuat Achmad berani menciptakan metode tersebut.

Ditambah lagi sang istri memintanya untuk berhenti bekerja sebagai dosen supaya dapat memfokuskan diri pada pembelajaran Alquran. Maka, sejak saat itulah di lebih banyak terjun dan menggeluti metode untuk pembelajaran membaca Alquran. Bahkan, dirinya pun tak mengetahui mengapa tiba-tiba pikirannya tergerak untuk menuliskan metode baru membaca Alquran itu.

“Tangan ini seakan digerakan oleh malaikat. Tiba-tiba begitu lancar menuliskan metode cepat membaca Alquran. Akhirnya, saat itu, tertulis metode pembelajaran ini sebanyak tiga lembar. Alhamdulillah, itu hidayah dari Allah SWT,” ucapnya.

Sejak awal menciptakan metode ini, Achmad sudah berani membuka jasa mengajar di Mal Pasar Raya. “Entah kenapa saya yakin bisa. Hanya bermodal tiga lembar materi yang saya tulis, saya mengajar di mal sana. Alhamdulillah, meski awalnya hanya puluhan, tapi kemudian menjadi sangat banyak,” tuturnya. (njs/dbs)


Back to Top