The Brotahood

Musisi Hip Hop Australia Suarakan Pesan Toleransi dan Perdamaian di UIN Jakarta

gomuslim.co.id- Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) bersama Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) menggelar talkshow bertajuk “Music and Peace” di Ruang Teater Prof Dr Aqib Suminto Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Jakarta, Rabu (16/11). Pada kegiatan tersebut, hadir bintang tamu sekaligus narasumber utama Hesham Habibullah. Dia adalah seorang musisi asal Australia yang menyebarkan nilai-nilai Islam melalui musik.

Dekan FIDKOM UIN Jakarta Dr Arif Subhan MA dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap DNK TV dan RDK FM selaku penyelenggara acara. Dia juga mengatakan bahwa dakwah Islam di Tanah Air dilakukan dengan cara yang damai dan dibalut dengan pendekatan budaya.

“Proses dakwah Islam di Indonesia dilakukan dengan cara santun dan menjunjung tinggi nilai budaya lokal yang ada. Para wali begitu cerdas memikat hati masyarakat yang kental akan tradisi. Sebagai contohnya dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Ia menggunakan budaya seni wayang untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang luhur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menambahkan dalam antropologi, pengkontekstualisasian nilai-nilai agama dengan tradisi lokal menjadi hal penting jika ingin masuk kedalam tatanan masyarakat. Para dai harus bisa memahami dan meleburkan diri dengan budaya lokal. Namun, intisari dan pesan-pesan ajaran agama Islam tetap menjadi tujuan utama untuk ditanamkan kepada masyarakat lokal.

“Kita tidak bisa membawa 100 persen budaya dan tradisi baru untuk ditanamkan di tatanan masyarakat. Para dai harus mengkontekstualisasikan Islam dengan tradisi lokal setempat. Dan memang inilah model dakwah di Indonesia sejak dahulu. Tidak pernah menghapuskan budaya dan tradisi asli masyarakat. Seni wayang menjadi media utama dalam menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Hesham Habibullah dalam pemaparannya menyampaikan pertemuan tersebut sebagai kesempatan hebat bagi UIN dan Australia. “Saya bersyukur mendapatkan kesempatan baik dalam acara ini. Saya mengapresiasi kepada Indonesia atas komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Hal ini sebagaimana di Australia yang semua tradisi, adat, budaya dan agama hidup berdampingan dengan damai,” katanya.

Selain itu, Hesham juga mengatakan dirinya terus berusaha menyebarkan kebaikan Islam melaui musik. Melalui musik hip hop yang dia geluti bersama grup The Brotahood, Hesham mencoba menunjukan nilai-nilai baik dari Islam. “Ada banyak yang tau lagu-lagu Hip Hop yang saya nyanyikan. Lagu tersebut sebagai gambaran bahwa perbedaan itu tidak menjadi halangan untuk bersatu. Seperti di Australia. Toleransi begitu kuat dan sangat inklusif,” ucapnya.

Hisham menjelaskan lagu-lagu yang dibawakan grup musik mereka terinpirasi dari isu-isu sosial yang terjadi di negaranya. Khususnya, isu-isu terkait umat Islam di Australia. Melalui musik Hessham coba mengahpuskan stigma dan steorotip buruk tentang Islam. “Saya ingin menegaskan bahwa melalui musik, The Brothahood ingin terus menyampaikan pesan perdamaian,” paparnya.

Terakhir, Hisham berharap pesan perdamaian ini akan terus dilakukan oleh semua pihak demi terciptanya dunia yang penuh cinta dan kasih sayang diantara sesama manusia. “Kita kalangan muda Muslim tentu menjadi generasi penerus di masa depan. Kita semua akan menjadi penentu akan seperti apa dunia ini di masa yang akan datang. Dan Islam adalah jalan hidup kita untuk menciptakan perdamaian dunia,” imbuhnya. (njs) 


Back to Top