Inilah Kawasan Pantai Halal di Iran

gomuslim.co.id- Iran adalah negara Islam yang menerapkan aturan ketat untuk wanita muslim dalam berbusana. Ada hukuman jika wanita tidak berhijab. Namun rupanya, mereka punya pantai di mana muslimah Iran bebas berenang.
 
Seperti yang dilansir publikasi TheGuardian, Iran ternyata memiliki sebuah pantai yang memberikan kebebasan bagi kaum wanita. Pantai khusus wanita ini ada di salah satu bagian di Pulau Kish, Teluk Persia. Di pantai ini, perempuan bebas memakai bikini tanpa harus terkena sanksi.
 
Kish secara umum adalah sebuah pulau dengan pantai indah berpasir putih yang dilengkapi dengan hotel-hotel mewah. Jika diandaikan, Pulau Kish adalah Hawaii atau Balinya Iran. Pulau ini terkenal sebagai pusat liburan orang Persia. Meski terlihat lebih bebas dari tempat lain di Iran, pulau ini tetap memiliki nilai Islam yang tinggi.
 
Di kawasan ini, wanita dan pria tetap tidak bisa berenang bersama. Pantai-pantai dipisahkan dengan pohon-pohon nyiur melambai. Meski telah ada pemisahan, wanita tetap tidak bisa melepas hijab, apalagi memakai bikini. Pantai ini dijaga ketat oleh para penjaga wanita. Syarat utama masuk ke pantai ini, tentu saja, pengunjung adalah seorang wanita. Syarat selanjutnya adalah pengunjung tidak diperkenankan membawa segala jenis macam kamera, dari kamera profesional sampai kamera handphone. Setelah memenuhi kedua syarat tersebut, pengunjung hanya bisa menikmati pantai khusus kaum hawa. 
 
Pantai yang dilindungi oleh tembok setinggi 3 meter ini dipenuhi oleh payung dan handuk untuk berjemur. Para wanita muslimah asyik bermain air tanpa pusing harus menjaga aurat mereka. Ibu-ibu yang membawa anak perempuannya duduk santai di pantai sambil berjemur. Banyak kios makanan dan minuman ringan di pantai ini, dari jus sampai kebab. Bahkan, di pantai ini juga tersedia jasa scuba diving bagi mereka yang tertarik olahraga ini. Meski bebas hijab, para pengunjung wanita tetap tidak bisa berenang terlalu jauh. Ada penjaga pantai perempuan yang siap siaga menjaga jarak aman berenang.
 
Setiap tahunnya, sebanyak 1,8 juta wisatawan datang ke pantai ini. Wisatawan yang datang sebagian besar ialah penduduk Teheran yang ingin melepas penat dari kesibukan ibu kota. Kish berjarak hanya 200 kilometer dari Dubai. 
 
Dubai adalah ibu kota negara teluk yang ditinggali banyak ekspatriat kaya, yang diharapkan dapat menjadi investor pulau Kish.“Kish sangat ideal untuk liburan akhir pekan," ujar Masoud Gilani, salah satu konsultan investasi, seperti yang dilansir dari AFP. Banyak bangunan di Kish yang sudah modern. Hotel dan pusat perbelanjaan baru tumbuh di banyak lokasi.
 
Namun, hukum Islam masih tetap berlaku, seperti tidak adanya bar, kelab malam, penjualan menu beralkohol, serta pria dan wanita pun harus berada terpisah di pantai. Penerapan hukum agama itu nyatanya tidak membuat investor ciut.
 
“Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini, mulai dari diving sampai berperahu ke pulau-pulau kecil di sekitarnya. Semua aktivitas itu tidak bertentangan dengan norma sosial," kata Masoud.
 
Iran memang sedang menjadi perbincangan di dunia wisata. Hal itu berkat upaya dari pemerintahan saat ini, yang kembali menjalin hubungan dengan Barat. Jumlah kunjungan wisatawan melonjak dari 2,2 juta per tahun pada 2009, menjadi 5,2 juta pada 2015. Target lain pulau ini adalah wisatawan muslim.
 
“Kami sedang berencana mengembangkan pariwisata halal di Kish, karena hal itu menyumbang pemasukan besar untuk industri pariwisata saat ini. Tren itu juga telah meningkat selama tiga tahun terakhir," kata Ali Jirofti, Deputi Investasi dan Ekonomi Pulau Kish.“Ini berarti dunia sudah memperhatikan pariwisata halal dan itu yang sedang dikembangkan menjadi strategi negara ini," lanjutnya.
 
Kish adalah kawasan pertama dari tujuh kawasan zona perdagangan bebas yang dirancang sejak 1990 untuk ditawarkan kepada investor. Dengan investor menanamkan uangnya di pulau tersebut, sasarannya cukup jelas yakni mengubah Kish, pantainya, dan koral karang menjadi destinasi pariwisata utama. (nat/dbs)
 

Back to Top