Begini Perjuangan Dakwah Islam di Filipina

gomuslim.co.id- Perjuangan masyarakat muslim di Filipina menuai banyak tantangan. Baru-baru ini, Profesor di University of Delaware, Prof. Dr. Muqtedar Khan menganggumi perjuangan umat Islam di Filipina dalam upaya memperoleh hak mereka. Perjuangan yang dinilainya tidak mudah. “Umat Muslim Filipina menyentuh hatiku,” kata dia. 
 
Menurut Khan, kondisi Muslim Filipina begitu terpinggirkan. Karena itu, mereka tak berhenti berjuang. Mulai dari perang kemerdekaan hingga harus berhadapan dengan pemerintahan di Manila. Populasi Muslim Filipina mencapai 5-10 persen. Sebagian besar, mereka mendiami Selatan Filipina. “Mengintegrasikan Muslim ke negara Filipina menjadi isu utama,” kata dia.
 
Sebelum itu, kata dia, mereka juga harus mempertahankan identitas di Tanah Air mereka sendiri. “Saya bertemu dan berinteraksi dengan Muslim Filipina. Berbagi cerita tentang Islam dan demokrasi, tentang negara kebangsaaan, kebangkitan dan reformasi pemikiran Islam  sebagai  negara yang Muslimnya minoritas,” kata dia disela, Konferensi Tahunan Society of  Public Administration di Filipina.
 
Sejarah awal masuknya Muslim Filipina memiliki kisah yang panjang, sama panjangnya dengan kedatangan Islam ke kawasan Asia Tenggara secara umum. Menurut cendekiawan Muslim Filipina, Ahmed Alonto, berdasarkan bukti-bukti sejarah yang terekam, Islam datang ke Filipina pada tahun 1280. Muslim pertama yang datang adalah Sherif Macdum (Sharif Karim al-Makhdum) yang merupakan seorang ahli fikih. Kedatangannya kemudian diikuti oleh para pedagang Arab dan pendakwah yang bertujuan menyebarkan Islam. 
 
Pada mulanya dia tinggal di kota Bwansa, di mana rakyat setempat dengan sukarela membangun masjid untuknya dan banyak yang ikut meramaikan masjid. Secara bertahap beberapa kepala suku setempat menjadi Muslim. Kemudian dia juga mengunjungi beberapa pulau lain. Makamnya dipercaya terdapat di pulau Sibutu. 
 
Selain orang Arab, umat Islam India, Iran dan Melayu datang ke Filipina menikahi penduduk lokal dan mendirikan pemerintahan di pulau-pulau yang tersebar di kepulauan Filipina. Salah seorang pendiri pemerintahan itu adalah Sherif Abu Bakr berasal dari Hadramaut yang datang ke kepulauan Sulu melalui Palembang dan Brunei. Dia menikahi putri pangeran Bwansa, Raja Baginda, yang sudah beragama Islam. Ayah mertuanya menunjuknya sebagai pewaris. 
 
Setelah menggantikan mertuanya, dia menjalankan pemerintahan dengan hukum Islam dengan memerhatikan adat istiadat setempat. Dengan demikian, dia bisa disebut sebagai pendiri kesultanan Sulu yang bertahan hingga kedatangan Amerika ke Filipina. Kesultanan Sulu mencapai puncak kejayaannya pada abad delapan belas dan awal abad sembilan belas, ketika pengaruhnya membentang hingga Mindanao dan Kalimantan utara.
 
Kepulauan Sulu di Filipina selatan terletak sepanjang rute perdagangan antara Malaka dan Filipina, karenanya pedagang Arab dikenal sebagai orang yang membawa Islam ke wilayah ini. Wilayah ini merupakan jalur perdagangan penting yang menghubungkan antara pedagang Arab dan Cina selatan. Menurut sebagian ahli, ada kemungkinan telah terjadi Islamisasi oleh Cina Muslim. Disamping kepulauan Sulu, pulau Mindanao adalah tempat tinggal Muslim. Di Mindanao, Islam dibawa oleh Sharif Kabungsuwan yang berasal dari Johor yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. dan ibu seorang Melayu yang menikahi Putri Tunina. (nat/dbs)

Back to Top