Miliki Dua Masjid, Begini Kesederhanaan Geliat Dakwah Islam di Republik Palau

gomuslim.co.id- Tidak banyak yang tahu ada sebuah negara baru dan paling kecil di dunia yang berdekatan langsung dengan Indonesia. Bukan Singapura, tapi ini adalah Republik Palau. Negara kepulauan yang berlokasi di sebelah utara Papua Nugini ini ternyata memiliki kelompok Muslim yang giat mensyiarkan ajaran Islam.

Meski dengan jumlah sedikit, negara yang ada di sebelah timur Filipina itu dikenal begitu eksotik.  Selain itu, negara yang jaraknya hanya 255 kilometer dari Maluku Utara dan 500 kilometer dari Sulawesi Utara ini menjadi rumah nyaman bagi 500 Muslim yang hampir semuanya adalah orang-orang Bengali. Mereka adalah kelompok etnik dari Bangladesh dan India yang bermigrasi ke Palau tersebut untuk mencari pekerjaan.

Sejak belasan tahun lalu, mereka mendarat di  wilayah kepulauan terpencil yang damai nan sejuk itu. Sedangkan penghuni asli negara Palau sendiri adalah orang-orang beretnik Mikronesia. Tercatat lebih dari setengah populasi negara tersebut menganut agama Katolik Roma.

Lantunan azan menggema dari sebuah masjid sederhana di Kota Koror, Palau. Ukurannya tak luas apalagi berarsitektur indah, mungkin hanya bisa disebut ruang ibadah atau mushala ketimbang sebuah masjid. Meski demikian, bangunan ini merupakan satu-satunya tempat ibadah umat Islam di kota terbesar di Palau tersebut, dan satu dari dua masjid di negara Pasifik tersebut.

Begitu azan berkumandang, kaum Muslimin pun berbondong-bondong menyusuri jalan sempit melalui hutan, mendatangi sumber suara. Bersarung dan berkopiah, mereka ingin beribadah di masjid yang beratapkan seng dengan menara pohon kelapa tersebut. Di tempat sederhana namun mulia inilah, mereka biasa berkumpul dan mengkaji ajaran Islam di tengah masyarakat non-Muslim yang mendominasi negeri ini.

Muslim di palau merupakan pendatang dan kaum minoritas. Disana hanya memiliki dua masjid yang menjadi tempat ibadah sekaligus kegiatan-kegiatan keislaman. Meski demikian, Muslim Palau tetap giat melaksanakan kegiatan tersebut, baik secara harian, mingguan, maupun tahunan.

Salah seorang pengurus masjid Moqbul Husain mengatakan, ada banyak program yang dilakukan oleh pengurus Masjid. “Kami  memiliki program mingguan dengan mengundang beberapa orang untuk berceramah. Sedangkan setiap bulan di Jumat ketiga, siapa saja yang memiliki waktu luang, biasa tinggal di masjid mulai dari Jumat bakda Maghrib sampai Senin,” ujarnya.

Beberapa dari mereka  kemudian membentuk komunitas Muslim Bangladesh. Mereka  kerap menggelar perayaan hari-hari besar Islam, seperti Lebaran dan Ramadhan. “Ini disebut Nazam. Namun, karena tempatnya kecil, kami tak bisa menggelar banyak kegiatan," imbuhnya.

Pada hari-hari besar itu, terkadang mereka mengundang tokoh Muslim dari negara tetangga, seperti Filipina, Indonesia, hingga Pakistan dan India. Mereka sangat senang jika ada tokoh Muslim mancanegara yang hadir di Palau.

Presiden Asosiasi Muslim Palau, Mohi Uddin mengatakan warga Muslim berdarah Bangladesh di Palau sering berkumpul melakukan kegiatan sosial seperti membersihkan lingkungan. “Dakwah kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling membatu. Kami ingin melakukan darmabakti bagi Palau dan rakyat Palau.” ujarnya

Sebagai informasi, Negara Palau memiliki luas hanya 458 kilometer persegi. Terdapat delapan pulau utama dan lebih dari 200 pulau kecil di dalamnya. Sebelumnya, Palau merupakan bagian dari Negara Federasi Mikronesia. Meski kemerdekaan negara ini telah diajukan ke PBB pada 1978, negeri ini baru resmi merdeka pada 1994. Palau, yang juga kerap disebut Belau atau Pelew, pun masuk dalam jajaran negara republik termuda dan terkecil di dunia. (njs/dbs)


Back to Top