Catat Perdana Sukuk Mudharabah, BRI Syariah Komitmen Dukung Pertumbuhan Bisnis

gomuslim.co.id- Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis di masa mendatang, beberapa industri keuangan syariah terus melakukan upaya peningkatan ekonomi. Baru-baru ini, PT Bank BRI Syariah melakukan pencatatan perdana Sukuk Mudharabah Subordinasi I BRI Syariah tahun 2016. Pencatatan perdana tersebut bersamaan dengan milad perseroan BRI Syariah yang ke-8 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada (17/11).

Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso mengatakan penerbitan sukuk mudharabah ini dilakukan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1 triliun dan berjangka waktu tujuh tahun.  “Upaya ini untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka menunjang ekspansi bisnis. Selain itu juga untuk mengembangkan kegiatan pembiayaan syariah dan menjaga likuiditas jangka panjang dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap (tier 2), serta peningkatan komposisi struktur perhimpunan dana jangka panjang,” jelasnya dalam siaran pers. 

Sukuk Mudharabah Subordinasi I ini telah mendapatkan penilaian rating dari Fitch dengan rating id A+ (Single A Plus). Sejak berdiri delapan tahun yang lalu, kinerja BRI Syariah tumbuh dengan baik. Tonggak bersejarah BRI Syariah terpatri dengan pencatatan perdana sukuk mudharabah yang akan meramaikan instrumen korporasi syariah yang listing di pasar modal syariah. “Penerbitan Sukuk Mudharabah Subordinasi I tidak lepas dari dukungan penuh BRI sebagai induk,“ ujarnya.

Hadi mengatakan pencatatan perdana sukuk mudharabah ini akan meramaikan instrumen koporasi syariah yang listing di pasar modal syariah. “Dengan modal itu kita akan lakukan untuk ekspansi diantaranya pembiayaan di ritel, mikro konsumer, linkage dan komersial,” katanya.

Melalui penerbitan sukuk ini diharapkan market share BRIS akan menjadi lebih tinggi. Saat ini market share BRIS berada di kisaran 8 persen. “Diharapkan tahun depan market share kami bisa mencapai 10 persen, dan saat ini CAR kami sudah mencapai 21 persen sehingga sangat leluasa untuk melakukan ekspansi,” ungkapnya.

Hadi menuturkan, market share akan ditingkatkan dengan aksi ekspansi yang difokuskan kepada retail serta komersial dengan porsi masing-masing 70 dan 30 persen. “Kami telah menerbitkan sukuk untuk membiayai rencana ekspansi tersebut,” ucapnya.

Hadi optimistis pertumbuhan perbankan syariah ke depan akan lebih besar, karena potensinya masih terbuka lebar. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan perbedaan bank syariah dan konvensional. Oleh karen itu, BRIS berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bank syariah.

Untuk 2017, Hadi mengatakan BRIS menargetkan pertumbuhan minimal 17 persen agar bisa memperbaiki FDR menjadi lebih mendekati 100 persen sehingga tercipta efisiensi yang baik. Sampai akhir tahun, BRIS menargetkan pembiayaan mencapai Rp 18,8 triliun. Hadi optimistis target tersebut dapat tercapai dan saat ini sudah on track.

Aset BRIS per 30 September 2016 mengalami peningkatan sebesar Rp 2,75 triliun atau 12,07 persen yakni dari Rp 22,81 triliun menjadi Rp 24, 53 triliun. Sementara khusus aktiva produktif juga mengalami kenaikan Rp 1,27 triliun atau 7,27 persen dari Rp 16,47 triliun menjadi Rp 17,74 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik Rp 2,1 triliun atau tumbuh 11,17%, dari Rp 18,86 triliun per 30 September 2015 menjadi Rp 20,97 triliun per September 2016. Rincian DPK terdiri atas tabungan naik 20,05% mencapai Rp 808,78 miliar, deposito naik 11,03% mencapai Rp 1,51 triliun. Per 30 September 2016, laba BRI Syariah mencapai Rp 129,16 miliar atau naik 9,96% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp 117,46 miliar.

“Melalui pencatatan perdana sukuk mudharabah ini, kami harapkan membuat BRI Syariah menjadi bank syariah yang lebih baik, berkualitas, terbuka, dan memenuhi harapan serta kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top