Bank Syariah Beri Kelonggaran Syarat KPR, Minat Konsumen Jadi Meningkat

gomuslim.co.id- Kebijakan bank syariah dalam melonggarkan persyaratan bagi konsumen untuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbuah manis. Hal ini membuat masyarakat sebagai konsumen yang gagal melakukan pengajuan di bank konvensional dalam permohonan KPR, akhirnya berbondong-bondong memilih bank syariah sebagai target pengajuan ulang KPR selanjutnya.

Sales Marketing Perumahan Plamongan Indah, Agung mengakui bank syariah memang menjadi incaran utama ketika pengajuan KPR bank konvensional ditolak. Konsumen dinilai masih mengidolakan bank syariah karena persyaratannya yang terkesan lebih longgar dibandingkan dengan bank konvensional.

“Kita bisa lihat persaingannya dalam menggaet konsumen. Misalnya konsumen ini tidak disetujui bank konvensional, pasti konsumen akan mencari bank syariah dan biasanya dapat karena persyaratannya lebih mudah,” katanya di REI Expo IX, Mal Paragon, Kota Semarang, Kamis (17/11). 

Lebih lanjut, Agung mencontohkan untuk angsuran KPR, konsumen harus memiliki penghasilan Rp 2 juta per bulan. Bank konvensional biasanya memberikan syarat penghasilan minimal tiga kali angsuran atau Rp 6 juta. Berbeda dengan bank syariah, yang biasanya memiliki kelonggaran untuk persyaratan penghasilan yang lebih kecil.

“Kita ambil contoh saja. Misalnya angsurannya Rp 2 juta per bulan, dan konsumen hanya punya penghasilan Rp 4 juta per bulan, biasanya bank syariah masih mau. Tentu ini jadi idola dan buruan bagi masyarakat karena tidak terlalu memberatkan pihak konsumennya,” jelasnya.

Namun, meski demikian, untuk program perumahan yang dikembangkan PT Kini Jaya Indah tersebut masih lebih banyak yang kredit menggunakan bank konvensional. “Perbandingannya memang lebih banyak yang bank konvensional daripada bank syariah, kalau dihitung sekitar 70:30 persen,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Promosi Humas dan Publikasi DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Dibya K Hidayat menuturkan, kondisi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sedang mengalami perlambatan. Namun, kata dia, geliat binis penjualan properti masih menunjukkan iklim positif.

“Meski saat ini pertumbuhan ekonomi Jateng sedang mengalami perlambatan, tapi untuk bidang bisnis properti saya lihat masih bagus. Daya tarik konsumen terhadap rumah kelas menengah juga masih baik. Kita masih tetap optimis ekonomi kedepan akan kembali stabil,” ujarnya.

Dibya menambahkan sejumlah perbankan syariah juga kini semakin menjadi daya tarik konsumen dibandingkan bank konvensional, sehingga banyak yang beralih menggunakan Bank Syariah untuk KPR. “Karena sistemnya bank syariah bagi hasil, jadi flat sampai akhir angsurannya selesai. Kalau konvensional flatnya ada yang satu tahun, ada yang lima tahun,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan adanya stabilitas suku bunga untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kini berubah-ubah mengikuti kondisi ekonomi. “Idealnya fix rate (bunga tetap) yang lama. Karena sekarang bunganya hanya flat beberapa tahun saja,” katanya.

Dalam pameran REI Expo IX 2016 yang digelar mulai 9 sampai 20 November 2016 tersebut targetnya dapat tercapai sekitar 60 unit rumah. Sedikitnya, ada 17 tenant yang terdiri dari perumahan dan apartemen di Mal Paragon Semarang. (njs/dbs)


Back to Top