Ramaikan Dzikir Nasional 2016, Pesantren Sains dan Matematika Akan Jadi Pembeda

gomuslim.co.id- Dzikir Nasional akan kembali digelar di penghujung tahun 2016. Sejumlah ulama bakal mengisi acara akbar tersebut. Selain itu, yang tidak kalah menarik adalah pada kegiatan ini akan diramaikan dengan acara Pesantren Sains dan Matematika yang berlangsung pada Jumat-Sabtu 30-31 Desember 2016.

Ketua Panitia Dzikir Nasional 2016 Nur Hasan Murtiaji mengungkapkan kegiatan tahunan dalam rangka menyambut tahun baru 2017 itu diyakini bakal berlangsung khidmat dan berbeda. Adanya acara Pesantren Sains dan Matematika yang diperuntukkan bagi anak-anak yang masih bersekolah di tingkat dasar dan menengah ini menjadi pembedanya. Dalam acara ini mereka bisa belajar ilmu sains dan matematika dengan cara yang menyenangkan.

“Pesan yang ingin kita sampaikan dari acara Pesantren Sains dan Matematika bahwa Islam itu tak hanya bicara ritual ibadah. Islam juga mencakup segala aspek kehidupan, di antaranya juga adalah sangat memperhatikan aspek ilmu pengetahuan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/11). 

Hasan menambahkan jika sains dan matematika selama ini dianggap pelajaran yang susah dan rumit, maka diharapkan dengan mengikuti acara tersebut anak-anak justru bisa belajar sambil bermain. Adapun tenaga pengajarnya yaitu dari Klinik Pendidikan MIPA yang diasuh Ridwan Hasan Saputra, trainer olimpiade matematika internasional.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) ini merupakan lembaga bimbingan belajar yang menerapkan metode seikhlasnya. KPM sendiri berlokasi di Ciomas, Bogor, Jawa Barat. KPM telah sukses mengirimkan siswa-siswanya untuk mengikuti sejumlah kompetisi matematika di level internasional.

Pada 9 sampai 13 November 2016 lalu, KPM menggandeng Pemerintah Kota Tangerang telah sukses menggelar acara International Mathematics and Science Olympiade (IMSO) yang diikuti peserta dari 23 negara. Dalam Pesantren Sains dan Matematika, peserta akan belajar dari pagi hari hingga sore. Tempat belajar akan menggunakan area di Masjid At-Tin, Jakarta Timur.

Selepas acara pesantren, diharapkan peserta yang ditemani orang tuanya berlanjut dengan meramaikan puncak acara Dzikir Nasional pada malam hari ba'da shalat Isya. “Karena Pesatren Sains dan Matematika ini merupakan rangkaian dari kegiatan Dzikir Nasional,” katanya.

Adapun mengenai jumlah peserta Pesantren Sains dan Matematika ini, ditargetkan sebanyak 300 anak. “Dalam acara ini, sifatnya eksplorasi dan eksperimen. Tidak hanya duduk saat belajar, tapi ada aktivitasnya,” jelasnya.

Ridwan menjelaskan Pesantren Sains dan Matematika ini bertujuan untuk menghubungkan ilmu sains dan matematika dengan keislaman dan ketakwaan. “Setelah mengikuti acara ini, peserta diharapkan menjadi insan yang bertakwa, makin dekat dengan Allah SWT, dan bisa berpikir suprarasional,” ungkapnya.

Dzikir Nasional 2016 ini mengusung tema Indonesia Ikhlas. “Tema ini dimaksudkan bahwa Indonesia memerlukan kerja ikhlas dari semua pemimpin dan rakyatnya agar bisa keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi dan menjadi bangsa dan negara yang maju dan disegani,” katanya.

Sejumlah tokoh akan meramaikan Dzikir Nasional 2016. Di antaranya Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Tengku Zulkarnain, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Peggy Melati Sukma, dan lainnya.

Acara Dzikir Nasional 2016 diharapkan menjadi alternatif terbaik dalam mengisi akhir tahun dan malam pergantian tahun. “Diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti bersyukur dan berzikir kepada Allah SWT. Bukan sebaliknya, melakukan hura-hura dan kesia-siaan,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top