Ini Hasil Temuan Ilmuwan Muslim Tentang Obesitas

gomuslim.co.id- Kegemukan atau obesitas masih menjadi salah satu masalah bagi sebagian orang. Hal ini merupakan suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga memiliki berbagai dampak bagi kesehatan, penampilan maupun psikis.

Saat ini, banyak banyak teknologi yang digunakan untuk mengatasi masalah obesitas. Termasuk, cara ekstrim untuk menurunkan berat badan berlebih. Namun ternyata obesitas sudah diteliti oleh beberapa ilmuwan sejak 1000 tahun lalu. Ketika Eropa masih zaman kegelapan, penelitian dibidang kedokteran otomatis terhenti.

Tepatnya di era Islam, kedokteran dan cabang ilmu dihidupkan kembali. Salah satu ilmuwan Muslim yang mucul pada masa itu ialah Mohammed bin Zakaria Al-Razi (Rhazes, 841-926). Dalam bukunya Al-Hawi Fit-Tibb (Ensiklopeda dalam pengobatan), Al-Razi bahas pendapat ilmuwan terdahulu Hippocrates, Rufus Efesus, Galen, dan Oribasius. Dalam bahasannya, Al-Razi menemukan cara menangani obesitas. Seperti, diet, obat, latihan, pijat, hidroterapi, dan gaya hidup.

Ilmuwan Muslim lainnya, Ibnu Sina (Avicena) pada tahun 980-1037 M dalam buku jilid tiganya Al-Qanun Fi Al-Tibb (Kanun kedokteran), menuliskan bahaya dari obesitas. Sementara, Ibnu Hubal Al- Baghdadi pada tahun 1121-1213 M juga menuliskan mereka yang terkena obesitas mudah jatuh sakit.

Para ilmuwan Muslim sepakat, perlu adanya latihan fisik secara bertahap saat menangani pasien obesitas. Pertama, latihan ringan. Latihan tersebut dilakukan dengan perut kosong dan intensitas latihan juga diberikan bertahap.

Ibn el Nefis pada tahun (1207-1288) dalam bukunya Al-Mujaz  Fit-Tibb (The concise Book of medicine) menuliskan hubungan antara obesitas, penyakit kardiovaskular, pernafasan, dan gangguan endorkin.

Menurutnya, obesitas merupakan kendala bagi manusia karena membatasi kebebasan bergerak dan aktivitasnya. Akibatnya, obesitas berisiko menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak yang dapat berakibat fatal seperti kematian mendadak atau perdarahan di dalam rongga tubuh, atau menderita sesak nafas (palpitasi).

Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan. Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat.

Selain itu, Ibn el Nefis membedakan obesitas karena pembawaan sejak lahir (congenitally obese). Jenis obesitas ini membuat si penderita biasanya bertemperamen dingin, kurang subur, tidak bisa menahan lapar atau haus, dan obat-obatan sulit mencapai organ mereka, dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapainya.

Ternyata sejak dahulu Rasulullah Muhammad SAW. memiliki keteraturan dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari sehingga tubuh beliau jauh dari sakit. Selain dengan menunaikan shalat dan puasa, Rasul juga terbiasa mengkonsumsi menu makanan pagi, siang dan malam secara rutin dan juga lebih banyak mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan ketimbang makanan yang berasal dari hewani atau daging. Jika pun memang mengkonsumsi bagian dari hewan atau daging, Rasul memilih bagian lengan. (nat/dbs)


Back to Top