Bantu Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan NTT, Baznas Salurkan Bantuan

gomuslim.co.id- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Drs. Petrus Fahik bersama para Kasi Penyelenggara dan Kepala KUA menghadiri acara penyerahan bantuan Kapal dan Alat Tangkap Ikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), bertempat di Kampung Buton Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, pada Kamis (17/11). 

Baznas memberikan bantuan kapal dan alat tangkap ikan kepada para nelayan di kampung Buton. Bantuan ini diberikan kepada hampir 1000 nelayan dan petani kurang mampu yang selama ini mengandalkan alat penangkap ikan sederhana seperti sampan, alat pancing, dan jaring untuk menangkap ikan. Penyerahan bantuan ini sekaligus menandai Kick off Program Zakat Community Development (ZCD) di wilayah Indonesia Timur khususnya di Provinsi NTT. 

Selain nelayan, program yang didanai dengan dana zakat dari masyarakat ini juga menyasar petani tradisional. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Anggota Baznas RI, Ir. Nana Mintarti yang dalam sambutannya, Nana (sapaan akrabnya), mengatakan bahwa dalam program ZCD sangat diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk menjadi mandiri disamping dukungan dana zakat dan pendampingan.

"Kami berharap ZCD akan mampu memberdayakan masyarakat NTT yang memiliki potensi untuk berkembang dan mandiri. Kami juga berharap masyarakat dapat terus menjaga semangat untuk maju," katanya. Baznas, kata Nana, menyalurkan bantuan materiil melalui dana Zakat yang diamanahkan masyarakat dan tentu juga dukungan moril.

Nana mengatakan bahwa program ZCD di NTT ini, juga dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memajukan sektor kelautan nasional yang salah satunya ialah meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka Petrus Fahik bersama para Kasi atau Penyelenggara dan Kepala KUA turut menghadiri acara penyerahan bantuan kapal dan alat tangkap ikan itu. Selain itu, turut hadir Wakil Bupati Sikka, Ketua Baznas Provinsi NTT, Ketua MUI Kabupaten Sikka dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Sikka.

Adapun, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki nasib nelayan antara lain: pertama, prestrukturisasi kapal dan alat penangkapan sehingga nelayan mampu merambah daerah-daerah penangkapan yang selama ini hanya dikuasai oleh nelayan-nelayan besar. Kedua, regulasi dan hukum-peraturan yang lebih berpihak kepada nelayan kecil-tradisional, seperti pengaturan daerah penangkapan 4 mil merupakan daerah tangkapan nelayan kecil-tradisional. Jika ada nelayan besar dan kapal asing menjarah di daerah tersebut harus ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Begitu pula dengan pihak-pihak yang mencemari perairan pantai dengan limbah industri dan pertambangannya, ketiga pemerintah harus meningkatkan upaya memberdayakan nelayan terutama penyediaan modal kerja yang diatur dengan baik sehingga mampu digulirkan kembali ke nelayan lainnya.

Skim penyaluran dana ini harus sederhana dan tidak menyulitkan nelayan, keempat pemerintah harus membangun dan menambah sarana dan prasarana pendukung seperti pabrik es dan industri pengolahan di sentra-sentra penangkapan. Pembangunan dan penambahan pabrik es dan industri pengolahan ini tentunya melalui perhitungan yang matang sehingga layak secara ekonomis, dan kelima perlu adanya pembinaan yang intensip untuk mengubah pola hidup nelayan sehingga memiliki pola hidup dan manajemen keuangan yang baik. Untuk merubah pola hidup ini tentunya tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan namun membutuhkan waktu yang relatif lama. (nat/dbs)

 


Back to Top