Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, MES Gandeng PT Bahana TCW Luncurkan Reksa Dana Syariah

gomuslim.co.id- Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia tidak lepas dari peran beberapa industri keuangan dalam memudahkan untuk berinvestasi. Baru-baru ini, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan PT Bahana TCW Investment Management bekerja sama dalam meluncurkan Reksa Dana Bahana MES Syariah Fund.

Direktur Utama PT Bahana TCW Edward Lubis mengatakan dengan reksa dana ini pihaknya bersama MES terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. “Dengan hadirnya instrumen ini, masyarakat bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk menginvestasikan uangnya di pasar modal syariah dan tidak lagi hanya menggunakan instrumen pasar konvensional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (18/11).

Lebih lanjut, Edward menjelaskan Reksa Dana Syariah Fund merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah yang memilikinya profil risiko konservatif hingga moderat. Sebab, uang nasabah akan diinvestasikan pada sukuk dengan strategi pengelolaan portfolio dinamis yang memiliki indikasi return sekitar tujuh persen hingga sembilan persen setiap tahunnya.

Edward menjelaskan produk investasi syariah ini merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah. Return yang ditawarkan kepada investor ditetapkan sebesar 7-9 persen per tahun. Adapun yang ditawarkan kepada masyarakat memiliki beberapa pilihan kontribusi antara lain platinum yakni 100 persen dari pokok dan return investasi disumbangkan ke MES (pokok milik investor, sedangkan return 100 persen disumbangkan kepada MES), dan gold yakni pokok milik investor sedangkan return 100 persen disumbangkan ke MES.

Selain itu, ada juga pilihan silver yakni pokok milik investor dan return 50 persen disumbangkan ke MES sedangkan 50 persen return milik investor. Pilihan lainnya adalah reguler yakni pokok milik investor, return juga milik investor dan sumbangan dari sharing management fee. Edward mengatakan, berinvestasi di Reksa Dana Bahana MES Syariah Fund ini sangat  mudah dan murah karena nilai minimun investasinya sebesar Rp 100 ribu.

“Investasi ini juga sesuai dengan prinsip syariah karena hanya berinvestasi di sukuk atau pasar uang syariah, dengan pengawasan reguler dari Dewan Pengawas Syariah. Jadi, para investor ini juga bisa memilih. Kami berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam program investasi ini,” katanya.

Investor yang ingin membeli produk investasi syariah ini bisa menyetor minimal Rp 100 ribu. Reksa dana ini akan mengalokasikan aset sebesar 0-20 persen di sukuk dan 80-100 persen untuk likuiditas. Adapun yang menjadi manajer investasi reksa dana ini Bahana TCW Investment Management dan Standard Chartered sebagai bank kustodiannya.

Edward menuturkan, hingga saat ini, sudah ada tujuh nasabah institusi yang berinvestasi di Reksa Dana Bahana MES Syariah Fund dengan total nilai sebesar Rp 38,5 miliar. Investor tersebut terdiri dari BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Jamkrindo dan Jamkrindo Syariah, BTPN, Nasional Reasuransi, dan CIMB Niaga Syariah.

Menurut Edward, untuk menggalang dana abadi dengan jumlah besar memang membutuhkan basis investor dari institusi. Ke depan, investasi ini akan diperluas ke nasabah ritel karena prosedur investasinya cukup mudah. “Sebetulnya mulai sekarang kita udah masuk ke investor individu tapi belum secara langsung, nanti kita akan roadshow dengan MES,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua II Pengurus Pusat MES Firmanzah mengatakan peluncuran instrumen investasi ini diharapkan MES bisa mandiri dalam mendapatkan sumber pembiayaan dan berkelanjutan. “Kami berharap bisa menjadi role model bagi organisasi kemasyarakatan yang serupa di Indonesia,” katanya.

Selain itu, kata Firmanzah, dana reksa dana ini akan digunakan untuk membiayai yayasan mereka, dalam hal ini pembiayaan beasiswa. Dikatakan bahwa MES Foundation ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi. “Ini merupakan salah satu inovasi bagaimana kami bisa memperbesar kapasitas pembiayaan yayasan,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top