Jaga Perdamaian, Komunitas Muslim Amerika Serikat Rutin Gelar Dialog Umum

gomuslim.co.id- Ada banyak cara dakwah yang dilakukan oleh komunitas Muslim di Amerika. Sebagai agama yang minoritas di negara tersebut, syiar Islam terus disyiarkan oleh beberapa pihak. Baru-baru ini, Pusat Keagamaan Islam di Utah, Amerika Serikat (AS) menggelar serangkaian dialog umum, Jumat (18/11). Acara yang diprakarsai kehendak bersama ini dilakukan untuk menangkis stereotip yang kerap ditujukan kepada Islam.

Selain itu, kegiatan yang berlangsung usai shalat Jumat itu juga bertujuan membuka ruang silaturahim bagi komunitas Muslim dan publik pada umumnya. Maraknya fenomena Islamophobia di Negeri Paman Sam itu direspon umat Islam untuk semakin menggencarkan dakwah mengenalkan ajaran Islam yang sesungguhnya. Menyebarkan perdamaian dan kasih sayang.

Seperti dilansir dari publikasi The Salt Lake Tribune, acara ini juga merespon situasi AS setelah kemenangan Donald Trump dalam ajang Pilpres 2016. Sebagaimana diketahui, banyak pengaruh dari hasil pemilu tersebut khususnya untuk umat Islam di Amerika. Beberapa di antara mereka mengakui adanya kekhawatiran.

Salah seorang pengurus Islamic Center Utah, Angela El-Sayed mengatakan acara ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dia menambahkan rencananya kegiatan yang sama akan dirutinkan hingga 16 Desember. “Kami mau orang-orang merasa nyaman dengan kehadiran kami. Kami membuka diri dan ingin agar orang-orang tertarik mengenali kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, El-Sayed mengungkapkan ada nuansa kekhawatiran setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS menggantikan Barack Obama. Saat ini, ada sekitar 20 ribu Muslim di Utah. Menurut El-Sayed, hampir semua penduduk Utah mendukung acara dialog ini. “Semua penduduk turut berpartisipasi dan mendukung kegiatan positif ini,” katanya.

Sementara itu, umat Islam di wilayah Schaumburg, Illinois, Amerika Serikat (AS), kini lebih mengintensifkan dialog Muslim dengan non-Muslim. Acara ini digelar rutin tiap Sabtu dan bertujuan mengembangkan rasa saling empati, khususnya dalam situasi AS terkini setelah pilpres.

Acara bertempat di The Midwest Islamic Center, Irving Park Road. Panitia mengambil tema “Hari Masjid Terbuka untuk Umum Kenali Tetangga Muslim Kalian”. Salman Faiz, salah seorang penyelenggara menjelaskan, inilah upaya The Midwest Islamic Center mewadahi kepentingan lintas agama. Dia berharap, kesempatan ini mampu membuka jalinan persahabatan di tengah masyarakat plural Amerika.

“Kita kini dalam masa yang tak pernah terjadi sebelumnya. Ketika iman kaum Muslim distigma media arus besar dan orang-orang yang tak berpengetahuan. Situasi inilah yang mengecewakan sebagian besar umat Islam,” katanya sebagaimana dilansir Daily Herald beberapa waktu lalu.

Salman optimistis dengan acara dialog ini. Dia menjelaskan, setelah pemilihan presiden (pilpres) 2016 usai, hampir seluruh warga sekitar The Midwest Islamic Center mengonfirmasi kehadiran dalam dialog Sabtu. Termasuk di antaranya pejabat lokal dan guru-guru. “Hal itu sungguh menggembirakan. Dukungan-dukungan kepada kami benar-benar tak disangka,” imbuh Salman. (njs/dbs)


Back to Top