Okayama dan Legend Momotaro Jadi Referensi Kota Ramah Muslim di Negeri Sakura

gomuslim.co.id- Prefektur Okayama terletak di wilayah Chugoku dan beribukota di kota Okayama. Prefektur ini tersusun atas bentang alam yang cantik yang terdiri atas pegunungan di bagian utara dan laut di bagian selatan. Tidak hanya keindahan alamnya saja yang memukau, sejarah dan kebudayaannya pun sangat unik dan menarik untuk dikulik. Legenda Momotaro, cerita legenda Jepang terkenal juga berasal dari tempat ini, tepatnya dari distrik Kibiji. Bukan hal yang mengherankan kalau wisatawan dapat menemukan berbagai hal yang berkaitan dengan momotaro di prefektur ini.

Jika berencana liburan ke Jepang, prefektur Okayama mungkin bisa dimasukkan dalam agenda wisata para turis. Okayama yang berlokasi di selatan Jepang ini tengah menawarkan wisata ramah Muslim untuk wisatawan Indonesia. 

"Kami tengah promosikan wisata yang ramah Muslim, baik tempat maupun makanannya. Ada guide Muslim yang bisa antar wisatawan saat di Okayama," kata Walikota Okayama Masao Omori dalam acara Okayama Tourism Promotion Seminar 2016 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di Okayama juga terdapat masjid yang bisa menjadi tempat ibadah wisatawan Muslim. Selain itu, komunitas Muslim di Okayama juga begitu erat. Masjid ini bernama Masjid Okayama (Okayama Islamic Center) yang berlokasi di  2-1-7 Tsushima Higashi, Kita-ku, Okayama-shi, akses ke sana sekitar 14 menit berkendara dari stasiun Okayama, 2 menit berjalan kaki dari Okayama Universitas sentral gerbang (kampus Tsushima), dan 2 menit berjalan kaki dari stasiun kereta api Hokain. 

"Warga lokal juga ada yang Muslim," ungkap Masao.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Naoko Tahara, konsultan asal Jepang untuk pariwisata halal di Jepang. Perempuan asli Jepang yang sudah dua tahun memeluk agama Islam itu menuturkan bahwa sekitar 700 orang Muslim tinggal di Okayama. 

"Sebagian besar memang pendatang, bukan orang Jepang tetapi sudah tinggal lama di Jepang. Juga mahasiswa dari luar. Mereka dari Malaysia, Pakistan, atau Timur Tengah. Tetapi yang lainnya asli orang Jepang seperti saya," tuturnya. 

Ia menuturkan masjid sederhana yang ada di Okayama tersebut lokasinya berdekatan dengan universitas. Biasanya, lanjut Naoko, masjid di Jepang lokasinya dekat dengan kampus. 

"Di Jepang sendiri ada sekitar 200.000 orang Muslim, sebagian besar tinggal di Tokyo. Sekitar 30.000 dari jumlah itu adalah asli orang Jepang yang memeluk agama Islam," kata Naoko. 

Untuk Prefektur Okayama sendiri, Naoko menuturkan ada dua restoran yang masuk kategori Muslim friendly restaurant atau restoran yang ramah untuk umat Muslim. Pertama adalah restoran India yang memiliki sertikasi halal. 

"Satu lagi restoran Jepang yang memiliki tiga menu halal. Namun tidak bisa dibilang restoran halal, karena menjual alkohol. Hanya saja, alat masak benar-benar dipisah untuk memasak menu yang halal," kata Naoko.

Selain itu, ada pula toko donat yang menyediakan donat halal dan toko roti Aalam yang merupakan toko roti halal pertama di Jepang. Untuk penginapan, ada hotel Okayama Royal Hotel yang menyediakan tempat shalat di lingkungan hotel. 

Saat ini, tiga kota di Prefektur Okayama tengah terus mengembangkan pariwisata yang ramah pada wisatawan Muslim. Ketiga kota itu adalah Kota Okayama, Kota Kibichuo, dan Kota Maniwa. Okayama bisa dijangkau dari Tokyo dengan pesawat dalam waktu tempuh satu jam. (nat/dbs)


Back to Top