Latih Mental Pemuda Muslim, Mufti Arab Saudi Dukung Wajib Militer

gomuslim.co.id- Wajib militer atau yang biasa disingkat dengan ‘Wamil’ adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda terutama pria, biasanya antara 18 sampai 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri. Wamil biasa diadakan guna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian dan kemandirian seorang itu dan biasanya diadakan wajib untuk pria lelaki. Yang harus wamil biasanya adalah warga pria. Warga wanita biasanya tidak diharuskan wamil, tetapi ada juga negara yang mewajibkannya, seperti di Israel, Korea Utara dan Suriname.

Beberapa negara juga memberi alternatif tugas nasional atau layanan alternatif bagi warga yang tidak dapat masuk militer karena alasan tertentu seperti kesehatan, alasan politis, atau alasan budaya dan agama.

Salah seorang Mufti besar Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah al Asheikh mendukung gagasan wajib militer yang berlaku di Arab Saudi. Syeikh Abdul berharap wajib militer tersebut dapat dijadikan undang-undang dan wajib bagi pemuda untuk mengikuti program pelatihan wajib militer dalam jangka waktu tertentu.

Dilansir dari publikasi Arabnews, Wajib militer merupakan permintaan dari ulam senior Arab Saudi. "Dunia Islam harus bekerja sama, bersiaplah, dan mencari kekuatan melalui pelatihan program wajib militer pada para pemuda, sehingga mereka akan mampu membela negara mereka dari musuh," jelas dia.

Asheikh menyarankan pelatihan dan pengerahan pemuda Saudi agar siap untuk melindungi agama dan tanah airnya. Jika usulan wajib militer diterima oleh pemerintah Saudi, maka perlu ada rancangan undang-undang pelatihan wajib militer. Dewan Mufti Kerajaan Saudi ini melanjutkan, “Saatnya kita memperhatikan para penerus generasi bangsa, Mawil adalah langkah yang sangat penting untuk melatih para pemuda menghadapi musuh dan melindungi negara mereka.”

“Saat ini kita hidup dalam keamanan karena karunia Allah Subhanahu Wata’ala, dan cara mensyukuri karunia tersebut adalah mempersiapkan para pemuda kita untuk dapat mempertahankan agama dan bangsa melalui pelatihan wajib militer.”

Saat ini, sejumlah negara di Timur Tengah, Eropa dan Asia Selatan telah memiliki aturan wajib militer. Negara-negara yang telah memiliki aturan wajib militer diantaranya Kuwait, Libya, Aljazair, Angola, Iran, Israel, Mesir, Meksiko, Singapura dan Thailand.

Negara lain yang membutuhkan wajib militer diantaranya Turki, Jerman, Austria, Siprus, Estonia, Finlandia, Yunani dan Norwegia. GCC telah menggelar latihan militer bersama di Bahrain. Latihan ini dibawah pengawasan Raja Bahrain Hamad bin Isa al Khalifa dan putra mahkota Saudi Mohammed bin Naif.

Dalam khutbahnya Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh mengatakan, “Sudah saatnya Kerajaan menjadikan para pemudanya sebagai pejuang di jalan Alllah untuk melawan musuh-musuh agama dan bangsa,” seperti dilansir surat kabar Sabaq Arab Saudi. (nat/dbs)


Back to Top