Manjakan Turis Muslim, Hotel Mewah di Korea Selatan Sajikan Makanan Halal

gomuslim.co.id- Korea Selatan makin serius menggarap pariwisata halal. Potensi pasar Muslim yang begitu besar di kawasan Asia Tenggara tidak disia-siakan begitu saja oleh negeri ginseng ini. Bahkan, untuk menarik para wisatawan muslim datang ke negara tersebut baru-baru ini sejumlah hotel mewah bintang lima di Seoul yang menawarkan makanan halal untuk tamunya.

Seperti dilansir dari publikasi yonhapnews, telah terjadi peningkatan penyediaan makanan halal di beberapa restoran hotel mewah yang ada di wilayah Korea. Meski dengan pasar yang kecil, tetapi terdapat perkembangan dari pihak industri Korea. “Penyediaan makanan halal ini dilakukan untuk mengenalkan kepada dunia bahwa kami telah menyediaan fasilitas ramah bagi Muslim,” ujar salah satu pengelola hotel Korea.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, beberapa industri perhotelan dan wisata lokal Korea memang tengah mencari cara untuk meningkatkan kenyamanan bagi kedatangan turis Muslim. Saat ini, wisatawan Muslim asal Timur Tengah ke Korea mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan popularitas budaya pop dan pemeriksaan kesehatan di Korea.

“Untuk mengejar tren terbaru ini, restoran di hotel-hotel besar telah memperbanyak persediaan makanan halal. Karena kami tahu akan banyak tamu yang berdatangan ke Korea, khususnya dari kalangan wisatawan Muslim dari beberapa negara seperti Timur Tengah dan beberapa dari Asia Tenggara,” tambahnya.

Menurut buku pedoman halal buatan Organisasi Pariwisata Korea (KTO), seluruh restoran di Plaza Hotel dan Lotte Hotel sudah dikategorikan sebagai 'restoran ramah muslim'. Plaza Hotel yang juga menyediakan Alquran dan tempat ibadah mushala mengatakan, jumlah tamu muslim mereka telah naik lebih dari 10 persen selama beberapa tahun terakhir.

Selain itu, Lotte Hotel dengan lima restoran ramah muslim yang disertifikasi KTO, mengatakan hal serupa. Jumlah tamu muslim naik sampai 10 persen dalam tiga tahun terakhir. “Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan pengunjung dari wisatawan Muslim yang datang ke Seoul dan beberapa kota lainnya di Korea,” katanya.

Sementara itu, Intercontinental Seoul COEX telah merekrut seorang chef yang punya spesialisasi makanan halal. Ia bertanggung jawab untuk bagian makanan Arab di “Asian Live”, salah satu dari empat restoran di hotel mewah kawasan selatan Seoul ini.

Menurut data yang ada dari pihak KTO, jumlah wisatawan Muslim ke Korea Selatan memang telah mengalami kenaikan dari 541.518 tahun 2012 jadi 725.504 di tahun 2014. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, jumlahnya mencapai 708.297. Naik 35,8 persen dari tahun sebelumnya.

Beberapa waktu lalu, Organisasi Pariwisata Korea (KTO) telah menggelar Halal Restaurant Week (pekan restoran halal) mulai 1 November 2016 hingga 10 Desember 2016. Acara ini diselenggarakan untuk mengakomodir wisatawan muslim dalam mendapatkan informasi mengenai restoran ramah muslim di Korea Selatan. Pekan restoran halal merupakan program pertama yang mengenalkan restoran halal di Korea. Acara ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat muslim saja, tetapi juga bagi wisatawan yang mencari pengalaman dan belajar tentang bersantap yang unik.

Selama 40 hari lebih dari 90 restoran bergabung dalam kegiatan ini. Sebelum mengikuti acara ini, wisatawan muslim diberikan buklet kupon yang dibagikan di bandara Incheon, Insadong. Tiket penukaran dapat diunduh di laman visit kore untuk ditukarkan dengan buklet kupon asli. Buklet ini menyediakan informasi mengenai 90 restoran ramah muslim yang tersebar di seluruh korea.

Wisatawan juga mendapatkan kupon buy one get one, informasi menu yang mendapat diskon, makanan dan minuman gratis serta informasi lainnya. Pengunjung juga akan mendapatkan suvenir dan sample produk bersertifikat halal. Restoran yang berpartisipsi dalam festival ini dibagi menjadi empat kategori.

Pertama, halal certified, artinya restoran tersebut mendapat sertifikasi halal dari Federasi Muslim Korea. Kedua, Self Certified artinya restoran dimiliki Muslim. Ketiga, Muslim friendly artinya restoran menyediakan pilihan makanan halal tetapi masih menjual alkohol. Keempat,  pork free artinya restoran tidak menawarkan menu halal tetapi tidak memakai babi dalam menu mereka. (njs/dbs/foto: iStock)


Back to Top