Rangkul Nasabah Muda, Inilah Program untuk Kembangkan Keuangan Syariah Indonesia

gomuslim.co.id- Pada akhir abad ke-20 bank-bank Islam mulai marak didirikan untuk kebutuhan lembaga-lembaga komersial swasta atau semi-swasta dalam komunitas muslim di dunia. Keuangan syariah atau Perbankan syariah  adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah).
 
Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha berkategori terlarang (haram). Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain sebagainya.
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam publikasi resminya menunjukkan bahwa penguasaan pasar (share) industri perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional mengalami kenaikan. Angka sebesar 4,81 persen pada Juli 2016, tulis laman akucintakeuangansyariah.com, hari ini, berada lebih di atas dibandingkan setahun sebelumnya yakni 4,60 persen.
 
Menurut publikasi OJK tersebut, salah satu hal penyokong perluasan keuangan syariah itu adalah pembelajaran kepada kelompok usia muda semisal mahasiswa di perguruan tinggi. Karena itu, sebagaimana warta dari Bank Syariah Bukopin (BSB), pembelajaran juga menyertakan pimpinan perbankan syariah. Program itu, kata Direktur Bisnis BSB Aris Wahyudi disebut Board of Director (BOD) Mengajar. Aris menambahkan, BOD Mengajar  juga merupakan salah satu program Inklusi Keuangan BSB untuk semua. Program ini merupakan program Inklusi Keuangan berkelanjutan OJK dalam memasarkan produk keuangan secara nasional.
 
Terkini, BOD Mengajar dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, kemarin. Berbentuk kuliah umum kepada mahasiswa Jurusan Agribisnis di Kampus Jatinangor, BOD Mengajar ditujukan untuk lebih mengenal bank syariah lebih dekat dan dapat mengetahui strategi dalam memasarkan produk perbankan. Selain program tersebut, imbuh Aris, pihaknya juga memanfaatkan media sosial yakni Facebook, Instagram, dan Path untuk perluasan pemahaman mengenai perbankan syariah kepada masyarakat umum.
 
Sebelumnya, pada Minggu (14/6/2015), OJK  meresmikan pencanangan Gerakan Aku Cinta Keuangan Syariah di Parkir Selatan, Senayan, Jakarta yang secara langsung di buka oleh Presiden RI Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Jokowi beralasan Indonesia satu-satunya negara yang menerbitkan sukuk ritel, dan Indonesia penyalur sukuk terbesar di dunia.
 
"Bila semua potensi terus dikembangkan, maka kita optimis Indonesia akan jadi pusat keuangan syariah, Insya Allah,” kata Presiden Jokowi. 
 
Ia mengatakan pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia baru 4,7% atau Rp 263 triliun, padahal peluang bisnis berbasis keuangan yariah masih sangat terbuka lebar karena sebagian besar masyarakat belum terakses layanan keuangan. (nat/dbs)
 

Back to Top