Lewat Ajang Liga Piala Gubernur 2016, Jawa Timur Cetak Pesepakbola Handal dari Kalangan Santri

gomuslim.co.id- Pembukaan kompetisi Liga Santri Piala Gubernur Jatim U-18 Tahun 2016 digelar di Stadion Brawijaya Kota Kediri, pekan lalu. Sebanyak 17 perwakilan  pesantren se-Jawa Timur mengikuti kegiatan ini mulai tanggal 12 sampai 19 November 2016. Pembukaan dilakukan oleh Ketua PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj didampingi  Ketua Panitia Liga Santri KH Reza Ahmad Zahid, LC, MA yang juga Ketua  Robithoh Ma’ahid Al Islamy (RMI) Jawa Timur.
 
Pembukaan ditandai dengan dengan pemukulan bedug dan penyerahan bola secara simbolis oleh ketua PBNU kepada ketua panitia diteruskan tendangan bola  sebagai tanda simbolis pembukaan Liga Santri Piala Gubernur Jatim Tahun 2016.
 
“Saya  bersyukur dan bangga atas terselenggaranya liga santri ini, malam ini mari kita gali potensi kita menjadi prestasi kita.Saya hanya berpesan kepada wasit agar menjalan tugas yg adil dan profesional. Selamat bertanding dan kita semua mendapat ridho dari Allah SWT,” kata KH Said Aqil dalam sambutan pembukaan.
 
Menariknya bola yang digunakan dalam liga santri soccer ini berbeda dengan bola pada umumnya. Berbagai  pesan khusus dan berbeda tertulis di bola yang digunakan antara lain “Ayo Mondok, Pesantrenku Keren.”
 
Sedangkan, untuk pertandingan liga santri Piala Gubernur Jatim U-18 Tahun 2016 menggunakan empat lapangan sepak bola yang berada di wilayah Kota Kediri antara lain, Stadion Brawijaya Kota Kediri, lapangan sepak bola Kelurahan Lirboyo Kecamatan  Mojoroto Kota Kediri, lapangan sepak bola Waung Kelurahan  Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dan lapangan sepak bola Kelurahan Ngronggo Kecamayan Kota Kediri.
 
Pada kompetisi ini, Nurul Islam FC Jember keluar sebagai juara setelah pada laga final mengalahkan Ponpes Darussalam Banyuwangi dengan skor 3-1, Sabtu (19/11).
 
"Tim-tim yang tampil di Kediri ini adalah tim terbaik setelah melewati penyisihan yang cukup panjang. Selama ini di pondok-pondok pesantren, sepak bola sebagai kegiatan ekstra. Setelah Menpora melontarkan ide Liga Santri Nusantara, kami pun mulai serius membina bakat pesepak bola yang ada di pondok pesantren,”  kata Reza Ahmad Zahid, Ketua RMI Jatim.
 
Selain itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf secara khusus memotivasi para santri yang punya bakat di sepak bola agar memanfaatkan peluang ini.
 
"Setahu saya, di sepak bola profesional Indonesia ada pemain yang berlatar belakang santri. Budi Sudarsono adalah santri. Artinya, siapa pun punya hak sama untuk berkarier di sepak bola,” tutur Gus Ipul, panggilan karib Saifullah Yusuf.
 
 
Bak gayung bersambut, gebrakan Pemprov Jatim ini pun didukung Inter Sport. Anak perusahaan PT Gudang Garam, Tbk di Kediri pun sedang membuat program pembinaan pesepak bola muda.
 
“Kegiatan ini bagian dari program kami mencari bibit pesepak bola dari pesantren. Kami lebih fokus ke pemain muda, karena mereka yang nantinya jadi penerus prestasi sepak bola Indonesia,” ucap Ichwan Tri Cahyo, Kabag Humas PT Gudang Garam, Tbk.
 
Nurul Islam FC adalah juara Liga Santri Nusantara 2015. Tim ini juga pernah menjadi wakil Indonesia saat menjuarai Pekan Olahraga Malino di Malaysia 2015. "Sebenarnya, banyak bakat terpendam dari kalangan santri. Namun, kami kurang dapat fasilitas untuk mengembangkan bakat-bakat tersebut," ucap Fahmi Amiruddin, pelatih Nurul Islam FC, yang juga eks gelandang Barito Putera seangkatan dengan Frans Sinatra Huwae ini.
 
"Padahal, jika kami diberi kesempatan yang sama, para santri yang punya talenta itu tak kalah dibanding anak-anak muda lainnya,” tuturnya.
 
Ucapan Fahmi Amiruddin bukan isapan jempol. Ivan Aliandri, peraih gelar Pemain Terbaik ajang ini, pernah dipanggil seleksi timnas U-19 asuhan Fachry Husaini yang dipersiapkan tampil di Piala AFF U-19. Sedangkan eks pesepak bola alumni program PSSI Primavera, Dwi Priyo Utomo, didaulat panitia pelaksana (panpel) sebagai ketua tim pemandu bakat. Dwi mengatakan ada beberapa santri yang secara teknik punya kemampuan bagus. (nat/dbs)

Back to Top