NTB Jadi Pilihan Destinasi Wisata Halal Dunia, Ini Dampak Positif bagi Masyarakat Lombok

gomuslim.co.id-  Lombok terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) atau Penghargaan Pariwisata Halal Dunia ternyata berdampak positif bagi masyarakat. Sejumlah wisatawan mancanegara seperti dari Timur Tengah, Brunei, dan Malaysia mulai berdatangan. Tidak hanya itu, wisatawan dalam negeri pun turut mengunjungi pulau terindah di Nusa Tenggara Barat itu.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Amin mengungkapkan ajang WHTA memberikan stimulus baik bagi perkembangan ekonomi masyarakat NTB. “Adanya potensi yang NTB miliki telah dirasakan dengan kedatangan wisatawan yang berkunjung sehingga berdampak pada ekonomi kreatif, peluang kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga penuntasan kemiskinan di daerah,” ujarnya. 

Amin mengatakan di tengah terus berkembangnya wisata halal, pemerintah NTB terus berbenah. Bahkan, keseriusan dari pengembangan industri wisata halal itu dibutikan dengan terbitnya Pergub Nomor 51 tahun 2015 tentang Wisata Halal dan peraturan daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal. “Peraturan ini dikeluarkan, agar siapapun bisa lebih memahami tentang wisata halal,” katanya.

Selain itu, kata Amin, pada tahun 2016 ini, provinsi NTB menargetkan kunjungan 3 juta wisatawan baik mancanagera maupun nusantara ke daerah itu. Pihaknya pun optimis target kunjungan 3 juta wisatawan ke NTB bisa tercapai. “Saya yakin target itu akan terpenuhi selama semua kalangan bahu-membahu mempromosikan wisata halal Lombok,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Rombongan Komisi VIII DPRI Ledia Hanifa Amaliah menyampaikan apreasi atas sejumlah penghargaan Halal Tourism yang diterima oleh Provinsi NTB. Karena menurutnya, tidak banyak pemerintah daerah yang memperhatikan tentang industri halal. “Tidak banyak yang konsen ataupun yang serius menangani hal-hal yang berkenaan dengan industri halal, NTB menjadi promotornya,” ujarnya.

Ledia menjelaskan, sebagai daerah mayoritasnya penduduknya muslim, NTB memiliki kelebihan dibanding yang lain. Karena, meski Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal belum ada turunannya dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah sudah lebih dulu membuat Pergub nomor 51 tahun 2015 tentang wisata halal dan Perda nomor 2 tahun 2016 tentang pariwisata halal.

“Kalau kita bisa lihat prestasi dan penghargaan yang diperoleh NTB, itu sangat luar biasa. Pemerintah NBT melakukan hal berbeda. Tidak banyak pemda lain yang melakukan hal yang sama. Tetapi pemerintah daerah NTB sudah melakukannya terlebih dahulu. Kami apresiasi yang luar biasa,” pujinya.

Sementara itu, Ketua Umum Asita Asnawi Bahar mengatakan  promosi wisata halal saja tidak cukup untuk meningkatkan junjungan wisatawan. Ia menilai harus ada upaya lebih. Para pengambil kebijakan juga harus menyiapkan sarana infrastruktur, sumber daya manusia, dan sarana pendukung lainnya. “Pokoknya pemerintah daerah harus siap dengan segala ’bunyi’ wisata halal itu,” katanya.

Di sisi lain, General Manager Hotel Jayakarta Lombok Cherry Abdul Hakim mengungkapkan negara asal wisatawan yang menginap di hotelnya mengalami peningkatan. Pada 2014, jumlah wisatawan dari Timur Tengah 405 orang dan Malaysia 502 orang. Pada 2015, kunjungan wisatawan Timteng naik menjadi 935 orang dan Malaysia 1.719 orang. “Tahun lalu saja sudah meningkat, maka tahun ini harus ditingkatkan lagi,” ucapnya

Menurut data yang ada, tercatat kunjungan wisatawan ke NTB periode Januari sampai Agustus mencapai 1,8 juta. Pada 2015, jumlah wisatawan ke NTB mencapai 2,21 juta wisatawan. NTB diharapkan menyumbang 10 persen (3 persen) dari 20 juta target kunjungan nasional tahun 2019. (njs/dbs/foto:amabeltravel)


Back to Top