Asuransi Syariah Kantogi Premi Rp6,9 Triliun di Kuartal Ketiga Tahun Ini

gomuslim.co.id– Perekonomian syariah di Indonesia saat ini sedang naik daun. Hal ini dilihat dari semakin menjamurnya perbankan yang berbasis syariah serta perbakan konvensional yang memiliki unit bisnis syariah dan industri asuransi syariah sendiri.

Berbicara mengenai asuransi syariah, sampai dengan kuartal ketiga di tahun ini, industri asuransi syariah telah berhasil membukukan premi sebesar Rp 8,8 triliun. Menurut Data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), perolehan premi sampai bulan September 2016 naik 15,8% secara year on year (yoy).

Dari perolehan premi sebesar itu, sebesar Rp 6,9 triliun diantaranya bersumber dari bisnis asuransi jiwa syariah. Jumlah tersebut setara 78,4% dari total premi yang dikantongi perasuransian syariah. Sedangkan, sejumlah Rp 1,9 triliun sisanya bersumber dari lini asuransi umum dan reasuransi syariah.

Meski masih mendominasi bisnis perasuransian syariah, namun pertumbuhan premi asuransi jiwa syariah hingga September tahun ini jauh lebih rendah ketimbang kenaikan premi asuransi umum dan reasuransi syariah. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, premi asuransi jiwa syariah naik 6,8% yoy. Sedangkan segmen asuransi umum dan reasuransi syariah mampu mencatatkan lonjakan 65,5%.

Di saat bersamaan, aset asuransi dan reasuransi syariah mencatatkan kenaikan setinggi 39,2% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 32,9 triliun.Peningkatan aset ini telah diprediksi oleh banyak pihak, apalagi geliat industri asuransi syariah yang tengah berbunga ini sudah menunjukan peningkatan sejak bulan Agustus 2016 silam, premi yang dikumpulkan pelaku industri telah  menembus Rp 7,8 triliun atau naik 15% dari periode yang sama di tahun lalu.

Melihat tren bisnis saat ini, Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Taufik Marjuniadi optimistis, sampai tutup tahun ini, pertumbuhan premi bakal lebih tinggi lagi. "Mudah-mudahan bisa naik 20% dibanding tahun lalu," ungkapnya.

Sepanjang tahun lalu, premi asuransi syariah tercatat sebesar Rp 10,5 triliun. Dengan asumsi tersebut, premi yang bisa dikantongi sampai penghujung Desember nanti diperkirakan bisa menembus Rp 12,6 triliun.

Beberapa faktor diperkirakan bisa makin mendorong kinerja perasuransian syariah. Di antaranya dengan laju pasar modal syariah yang diharapkan terus bergerak positif.Kondisi ini dinilai terus mendorong pamor produk unit link yang ditawarkan perusahaan asuransi jiwa syariah. Di mana segmen produk ini masih jadi andalan bagi pelaku usaha untuk mengerek premi.

Selain itu upaya dari industri dalam mengembangkan usaha seperti lewat spin off maupun pendirian unit syariah juga bakal membawa dampak porsitif untuk meraup premi lebih besar lagi.Hal ini juga berdampak langsung pada saham Indeks acuan Syariah di lant bursa. Saham Syariah ditutup menguat pada penutupan perdagangan hari Selasa 22 November 2016. Sentimen laju indeks regional yang didominasi kenaikan ikut menyulut aksi beli pemodal lokal. Penguatan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) dibayangi aksi jual pemodal asing yang memanfaatkan aksi beli pemodal lokal. (ari/dbs)


Back to Top