Startup Halal Local Asal Indonesia Ikuti Perlombaan di Cina

gomuslim.co.id– Tren wisata halal semakin meningkat peminatnya di seluruh dunia. Bukan hanya di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim, tapi perkembangan wisata halal juga ada di negara yang minoritas Muslim yang sedang naik daun. 

Untuk Indonesia sendiri, destinasi wisata halal menjadi salah satu daya tarik yang coba dikembangkan oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar). Bahkan, Indonesia pun telah mengirimkan beberapa destinasi wisata halal untuk diperlombakan diajang internasional, dengan tahap kedua untuk ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 masih berlangsung. Untuk Indonesia, 12 Nominator yang didorong Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI di pentas WHTA tersebut  sukses dan lolos semua ke babak final. Pada tahap pertama voting online dari tanggal 24 Oktober sampai 6 November 2016 mengumumkan 12 jagoan Indonesia masuk 5 besar.

Bukan hanya itu, kabar menggembirakan juga datang dari startup tanah air yang mencoba peruntungan di HiStar Competition 2016. Pasca mengikuti kompetisi startup yang digelar di Inggris tersebut, dua startup tanah air yang bernama Monicca dan Halal Local akhirnya berhasil terpilih untuk mengikuti roadshow bisnis ke Cina selama sembilan hari.

Adapun, HiStar merupakan kompetisi yang digelar oleh China-UK HiTECH Innovation and Entrepreneurship Forum, sebuah forum inovasi hasil kolaborasi dari negara Cina dan Inggris. Kompetisi tersebut telah berakhir sekitar bulan Agustus 2016 yang lalu.

Sebagai kelanjutan dari kompetisi tersebut, mereka pun mengirim delapan startup untuk berkunjung ke Cina pada tanggal 8 hingga 16 November 2016 yang lalu. Selama di negara tersebut, Muhammad Senoyodha Brennaf (Yodha) yang mewakili Monicca dan Nurma Larasati yang mewakili Halal Local memberikan presentasi tentang produk mereka, serta bertemu dengan beberapa investor dan perwakilan pemerintah.

Halal Local sendiri merupakan sebuah marketplace untuk produk-produk wisata yang halal. Dengan aplikasi yang mereka buat, pengguna dapat dengan mudah mengetahui lokasi restoran yang menyediakan makanan halal, serta menampilkan waktu shalat, dan tempat beribadah yang lokasinya dekat dengan mereka. Berbeda dengan Monicca, versi alfa dari Halal Local diperkirakan sudah bisa digunakan walalupun belum dirilis ke pubik karena masih dalam tahap pengembangan.

Halal Local merupakan produk dari sebuah perusahaan pembuat aplikasi yang bernama Astrajingga. Perusahaan tersebut dibangun oleh Yodha dan Nurma, dua orang mahasiswa Indonesia yang saat ini tengah menempuh pendidikan S2 di Inggris. Didirikan pada tanggal 26 Mei 2016, Astrajingga kini telah mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar US$5.000 (sekitar Rp67 juta) dari beberapa angel investor asal Indonesia.

Dengan semakin digalakkannya destinasi wisata halal oleh pemerintah akan semakin membuka peluang bagi bisnis baru berbasis teknologi seperti Halal Local. Kehadiran startup juga perlu untuk meningkatkan perekonomian islam, hal ini diutarakan oleh Dustin Craun, founder dari Salaam Bank pada ajang GIES beberapa waktu lalu.

Craun juga mengklasifikasikan startup Muslim ke dalam industri teknologi menjadi beberapa kategori yakni, umat Islam yang bekerja dalam perusahaan teknologi internasional yang besar; startups teknologi menargetkan konsumen Muslim namun menawarkan layanan reguler, startups teknologi yang melayani umat Islam dan melayani kebutuhan khususnya Islam, seperti lokasi restoran halal, penunjuk arah kiblat, dan lain-lain. (ari/dbs)

 


Back to Top