Peluncuran Buku 'Bertasawuf di Zaman Edan': Menag Sebut KH Ali Yafie Teladan Pelaku Tasawuf di Zaman Modern

gomuslim.co.id- Pada hari Selasa, (22/11) bertempat di kediaman keluarga besar KH Ali Yafie digelar tasyakuran 93 tahun usia beliau. Acara yang diinisiasi oleh para murid mantan Ketua Umum MUI ini dibarengi dengan peluncuran buku Bertasawuf di Zaman Edan.

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tokoh, antara lain Jimly Asshiddiqie, Andi Syamsul Bahri, Quraish Shihab, Soerjadi Soedirja, Andi Syamsul Bahri, AM Fatwa, dan Parni Hadi. Menag Lukman Hakim Saifuddin yang juga hadir dan memberikan sambutan menilai, KH Ali Yafie merupakan teladan pelaku tasawuf di kehidupan modern ini.

"Kalau kita ingin menyaksikan sosok yang dengan baik menjalani kehidupan bertasawuf maka salah satu contoh yang bisa kita saksikan yang sekarang ada di tengah-tengah kita adalah almukarom Bapak KH Ali Yafie," ucap Menag.

Menag mengaku mengenal KH Ali Yafie sejak dulu sebagai sosok sederhana dalam hidup tapi kaya dalam dunia intelektual. Menurutnya, karya KH Ali Yafie demikian banyak, dan kiprah kontribusinya dalam membangun bangsa demikian besar.

"KH Ali Yafie adalah tokoh yang sejak dulu tidak hanya mengajarkan tapi juga mengamalkan tindakan bertasawuf di tengah-tengah kehidupan modern. Beliau tidak hanya bertasawuf dalam pengertian uzlah meninggalkan keramaian hidup, mengasingkan diri, tapi bertasawuf justru di tengah-tengah kehidupan kemasyarakatan kita di era modern saat ini," paparnya.

Menag menyambut baik kehadiran buku Bertasawuf di Zaman Edan. Menurutnya, buku tersebut hadir di waktu yang tepat dan relevan di tengah kompetisi kehidupan yang semakin tajam. Kehadiran buku tasawuf ini diharapkan menjadi salah satu obat kata-kata agar kehidupan ini bisa lebih bermakna. Menag juga melihat adanya peningkatan minat masyarakat untuk bertasawuf. Hal itu menurutnya menandai adanya kebutuhan spiritualitas untuk menyeimbangkan kehidupan kekinian.

Buku Bertasawuf di Zaman Edan ditulis oleh Bambang Wiwoho. Selaku penulis, Bambang juga menilai KH Ali Yafie sebagai sosok yang patut dijadikan panutan, terutama di zaman edan seperti sekarang. Buku ini dia tulis karena keingianannya untuk menghadirkan gambaran tentang bagaimana cara KH Ali Yafie menjalani kehidupannya dan berharap hal itu dapat ditiru seluruh masyarakat Indonesia.

"Beliau luar biasa, jalan tasawuf yang ia terapkan harus jadi contoh, yang bersih, sederhana dan mengabdi," ujar Wihoho. 

Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam.

Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam; yang lain berpendapat bahwa sufisme adalah filosofi perennial yang eksis sebelum kehadiran agama, ekspresi yang berkembang bersama agama Islam. (nat/dbs)

 


Back to Top