Kembangkan Database Riset Halal, Malaysia Gandeng MITRANS

gomuslim.co.id- Konsep halal kini telah menjadi elemen penting yang harus tertanam dalam produk dan jasa. Seiring dengan populasi yang bertambah Pemerintah Malaysia berencana untuk mengembangkan database penelitian halal. Wakil Menteri Senator Datuk Asyraf Wajdi Dusuki menyarankan agar Universitas Teknologi Mara (UiTM) mengembangkan database penelitian halal tersebut dan bekerja sama dengan regulator Malaysia. Hal tersebut ia sampaikan dalam seminar International Halal Conference 2016 yang mengambil tema Bridging Academic and Global Halal Industry.

Asyraf  menjelaskan saat ini Jepang sangat ingin menggabungkan konsep halal dalam semua aspek terutama makanan dan layanan untuk Olimpiade 2020 di mana Jepang menjadi tuan rumah.

"Jepang memiliki keyakinan penuh dalam diri kita (Malaysia), untuk menyediakan semua kebutuhan untuk perjalanan halal mereka, baik itu pengetahuan, keahlian teknis. Yang lebih penting integritas untuk memberikan ajaran Islam yang sebenarnya berkaitan dengan halal," katanya.

Untuk itu, Malaysia harus berusaha untuk menciptakan pengetahuan yang terkait dengan industri halal dan menjadi pelopor dalam menyediakan layanan berbasis pengetahuan untuk negara-negara lain seperti Jepang. Sehingga diperlukan kerja sama untuk mewujudkan hal ini. Termasuk kerja sama dengan pihak universitas.

 Pihak UiTM mengaku mendukung penuh gagasan agar Malaysia memiliki da tabase pada penelitian halal di universitas. Database ini nantinya akan membantu pemerintah dalam menentukan pendanaan yang tepat untuk industri halal di negara tersebut.

Wakil rektor UiTM, Suhaimi Abd Thalib mengatakan database halal dikelola oleh UiTM bisa menjadi alat pengambilan keputusan bagi pemerintah dalam hal berinvestasi dan pengembangan industri halal. "Yang paling penting (dengan database ini), pemerintah akan dapat memutuskan pendanaan untuk mendukung industri halal. Tanpa database, Anda mungkin menempatkan dana di tempat tidak efektif," ujar Suhaimi Abd Thalib seperti dilansir dari publikasi Thesundaily. 

Suhaimi mengatakan UiTM telah berada di garis depan dalam mendukung industri halal dengan pembentukan Malaysia Institute of Transport (MITRANS). Badan ini yang menyediakan solusi satu atap untuk konsultasi, penelitian, pelatihan dan studi pascasarjana di bidang logistik halal. UiTM menyediakan sebuah platform internasional bagi para peneliti, akademisi dan pelaku industri untuk menyajikan penelitian dan pengembangan temuan terbaru.

Malaysia Institute of Transport (MITRANS) berkantor pusat di Universiti Teknologi MARA (UiTM) merupakan pusat keunggulan terkemuka Malaysia di bidang Halalan-Toyyiban, Transportasi, Logistik dan Supply Chain. Selama hampir tiga dekade, MITRANS telah mempertahankan tiga misi penting dari penelitian, pelayanan dan pendidikan.

"Kami bekerja di sejumlah daerah penelitian menggunakan berbagai mendekati dalam memberikan pelayanan kepada pemerintah, sektor swasta, masyarakat, para profesional dan praktisi di industri, " jelasnya.

Pada tahun 2009, Malaysia Institute of Transport (MITRANS) dianugerahi RM6 Juta penelitian hibah oleh Logistik Dewan Malaysia (MLC) (sekarang mati, tapi bertahan dalam bentuk yang Logsitics Malaysia dan Dewan Supply Chain bawah bersama-pimpinan kedua Kementerian Perdagangan Internasional dan Kementerian Transportasi).

Sedangkan, Halal Supply Chain merupakan daerah niche yang didirikan berdasarkan MITRANS-UiTM saat pengakuan sebagai Dampak Pusat Tinggi of Excellence (HICoE) oleh Departemen Pendidikan Malaysia pada tanggal 9 Oktober 2014. HSC-MITRANS menyediakan mutakhir layanan tiga kali lipat untuk pelatihan, konsultasi dan penelitian untuk pengembangan industri halal lokal dan di seluruh dunia. Hal ini juga didirikan dengan tujuan untuk memberikan kualitas yang baik untuk pengembangan profesional dan mahasiswa pascasarjana di bidang rantai pasokan halal. (nat/dbs/foto: halhalal)


Back to Top