Inilah Masjid dan Komunitas Muslim di Hawaii

gomuslim.co.id- Bentuknya sederhana, hanya seperti rumah biasa, dicat putih, dilengkapi dengan pohon-pohon yang rimbun dan beberapa area parkit. Masjid Manoa merupakan satu-satunya masjid yang ada di Hawaii, negara bagian Amerika Serikat yang terletak di Samudra Pasifik. Masjid ini dikelola oleh sebuah organisasi bernama Muslim Association of Hawaii (MAH).

Saat ini memang masih hanya ada satu Masjid yang berdiri di negara bagian Hawaii, tepatnya di pulau Oahu, di mana kota Honolulu berada. Menurut website resmi Islamic Information Office in Hawaii, saat ini beberapa warga di pulau-pulau lain sedang menjajaki upaya untuk membangun Masjid untuk komunitas Muslim di sana.

Muslim Association of Hawaii (MAH) awalnya dikenal sebagai The Muslim Student Association (MSA). Lebih kurang 40 tahun yang lalu, beberapa mahasiswa Muslim dari University of Hawaii merasakan perlu dibentuknya sebuah organisasi kemahasiswaan berbasis agama Islam. Untuk itu, dibentuklah MSA yang terdiri dari mahasiswa Muslim asal India, Pakistan, Afghanistan, Indonesia, Malaysia dan Timur Tengah. Mereka berkumpul, mengaji dan shalat di sebuah gazebo di suatu pojokan University of Hawaii.

Tahun 1979, MSA resmi menjadi organisasi Muslim yang terbuka bagi seluruh warga Muslim di Hawaii. Walaupun 90% dari anggotanya bukan pelajar atau mahasiswa, kata Student dalam MSA tetap dipertahankan karena pengurus MSA percaya bahwa setiap Muslim wajib terus belajar sepanjang hayatnya.

Organisasi ini kemudian berusaha untuk mengumpulkan dana untuk membangun Islamic Center di Hawaii. Seorang pebisnis asal Saudi Arabia yang menyembunyikan identitasnya, menyumbangkan sejumlah uang yang cukup untuk membeli sebuah bangunan untuk dijadikan Masjid, juga lahan untuk kuburan Muslim. Pada tahun itu juga, MSA membeli sebuah rumah tidak jauh dari University of Hawaii yang kemudian direnovasi menjadi sebuah Masjid, yang dikenal sebagai Masjid Manoa.

Bangunan Masjid ini terdiri dari 2 lantai. Lantai pertamanya dibongkar menjadi sebuah aula besar untuk tempat shalat pria, dan sebuah ruangan lebih kecil untuk tempat shalat wanita. Selain itu lantai pertama ini dilengkapi dengan perpustakaan sederhana dan kantor pengurus. sedangkan lantai dua terdiri dari 5 ruang tidur yang disewakan untuk mahasiswa Muslim yang kuliah di Hawaii. Uang sewa ini merupakan salah satu sumber dana untuk pengembangan Masjid.

Pada tahun 1990, MSA sempat dibubarkan oleh pemerintah provinsi Hawaii, karena kelalaian MSA dalam proses registrasi organisasi, yang menjadikan MSA menjadi organisasi massa yang tidak terdaftar. Organisasi ini kemudian diresmikan kembali secara legal dengan nama Muslim Association of Hawaii (MAH) di tahun 1997.

Hawaii adalah negara bagian Amerika yang ke-50. Terletak di area tropis di tengah-tengah Samudra Pasifik, Hawaiii berpenduduk lebih kurang 1,200,000 jiwa. Banyak yang menyangka, karena merupakan bagian dari Amerika, seharusnya Hawaii didominasi oleh warga kulit putih. 

Tapi pada kenyataannya, ras Asia (Jepang, China, Filipina dan Vietnam) mendominasi komposisi penduduk Hawaii, yaitu sebanyak 42%, sementara kulit putih sebanyak 27% dan warga asli Hawaii hanya 10%. Sisanya merupakan bangsa lain seperti Timur Tengah dan ras kulit hitam, termasuk diantaranya mengaku memiliki dua atau lebih ras, hasil pernikahan antar ras di Hawaii sejak masa lampauDari total penduduk Hawaii, diperkirakan terdapat lebih kurang 3,000 orang Muslim di Hawaii.

“Tapi warga Muslim yang aktif Masjid ini mungkin hanya sekitar 300 orang,” tutur Filiz, seorang ibu rumah tangga keturunan Turki yang merupakan salah satu staf pengajar di Masjid ini.

Menurutnya, tidak banyak kegiatan rutin yang diselenggarakan di Majid ini. Selain dibuka tiap hari untuk kegiatan shalat lima waktu, Masjid ini dipenuhi bagi mereka yang melakukan kegiatan shalat Jumat. Pada Sabtu malam, Masjid mengadakan acara potluck yang merupakan tradisi kumpul-kumpul ala warga barat. Potluck berarti acara silaturahmi sambil membawa penganan masing-masing.

Tujuannya agar tuan rumah atau penyelenggara silaturahmi tidak perlu repot untuk menyiapkan makanan bagi para tamunya. Kegiatan lain yang diadakan Masjid ini adalah sekolah Minggu yang diberi nama Nooran Islamic School. Sekolah yang digerakkan para relawan Muslim ini dibuka untuk anak-anak dan remaja untuk pelajaran Agama, mengaji dan bahasa Arab. (nat/ lilyardas/dbs)

 


Back to Top