Sambangi Jakarta, Pameran Hijab Mall to Mall Capai Transaksi Rp1,6 Miliar

gomuslim.co.id– Perkembangan muslim fahion Indonesia sedang naik daun saat ini, khususnya produk hijab. Apalagi, eksistensi para hijaber Tanah Air kini juga tidak perlu diragukan lagi, mulai dari mendirikan perkumpulan atau komunitas-komunitas di sebuah wilayah, hingga menggelar fashion show koleksi busana muslim di panggung Internasional semacam Jakarta Fashion Week beberapa waktu lalu.

Berkaca dari hal ini, Pemerintah memiliki inisiatif untuk mengadakan pameran Hijab Mall to Mall yang digelar di beberapa titik di Indonesia. Pameran Hijab Mall to Mall tahun 2016 telah digelar di tujuh titik di beberapa kota dan kini telah memasuki Ibukota DKI Jakarta. Perhelatan ini sendiri telah mengantungi transaksi yang fantastis, sampai dengan saat ini transaksi yang diperoleh dari rangkaian pemeran tersebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Melihat hal tersebut, Kementerian Perdagangan mengimbau para pengelola pusat perbelanjaan untuk memfasilitasi pengusaha lokal, khususnya UMKM agar bisa memasarkan produknya di mal. Hal ini disampaikan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Noviani Vrisvintati pada pembukaan acara puncak pembukaan pameran Hijab Mall to Mall 2016 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Acara ini berlangsung pada 23 sampai 27 November 2016. Melalui pameran Hijab Mall to Mall, Kemendag memfasilitasi UMKM melakukan in store promotion di pusat perbelanjaan terkemuka. Pameran ini juga menjadi salah satu upaya peningkatan daya saing, perluasan akses jaringan pemasaran, serta edukasi dalam mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

“Fasilitasi ini diperlukan karena selama ini para pelaku UMKM mengalami kendala biaya sewa yang tinggi dalam memasarkan produknya. Diharapkan pengelola pusat perbelanjaan dapat memfasilitasi pengusaha lokal, khususnya UMKM, untuk memasarkan produknya dan tidak hanya pada saat acara seperti ini saja,” ujar Novi saat membuka pameran tersebut, Rabu (23/11).

Pameran Hijab Mall to Mall di Mal Kota Kasablanka sendiri merupakan puncak acara safari pameran Mall to Mall tahun 2016 yang telah digelar di tujuh titik di beberapa kota. Sementara untuk tema Hijab Fashion dan Aksesori, lanjut Novi, dipilih sebagai tema pameran karena industri fashion hijab dan aksesorinya sedang berkembang pesat dan dinamis.

Pemerintah berupaya mengembangkan pemasarannya untuk pasar domestik maupun pasar ekspor. Keseriusan pemerintah ini juga dibuktikan dengan disusunnya cetak biru untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat fashion santun (modest wear) dunia.

“Pameran ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” tegasnya. Menurut Novi, pemerintah akan terus berupaya mengembangkan pemasarannya untuk pasar domestik maupun pasar ekspor.

Selain itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dalam keterangan persnya menjelaskan perkembangan fashion Muslim Indonesia didorong oleh tumbuhnya perancang-perancang fashion hijab muda berbakat dan komunitas hijab. Menurut Oke, komunitas ini mampu menampilkan citra fesyen hijab yang trendi dan tetap sesuai kaidah agama.

Sebelumnya, Hijab Mall to Mall telah digelar di kota Bandung, tepatnya di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat pada 16 sampai 20 November 2016. Langkah ini diambil untuk menguatkan pasar dalam negeri, khususnya di bidang fashion demi menjadikan Indonesia pusat fashion muslim dunia. (ari/kemendag/dbs)

 


Back to Top