Hadir di Ajang Halal Expo Japan 2016, LPPOM MUI Jelaskan Regulasi Produk Halal Indonesia

gomuslim.co.id- Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengikuti seminar bertajuk 'Peluang Industri Halal di Indonesia' di Tokyo, Jepang. Dalam acara ini, LPPOM MUI menjelaskan tentang regulasi produk halal yang ada di Indonesia.  Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dalam rilis resminya mengatakan Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Konsumen terbesarnya juga muslim. Untuk itulah, kehalalan produk yang masuk ke Indonesia merupakan sebuah keharusan.

“Kelak, setelah UU Jaminan Produk Halal (Undang-Undang No. 33 Tahun 2014) diberlakukan, seluruh produk yang beredar di Indonesia harus bersertifikat halal,” kata Lukmanul dalam acara Halal Expo Japan 2016.

Di hadapan pengusaha Jepang, LPPOM MUI menjelaskan landasan sertifikasi halal, proses penentuan halal, hingga penempelan logo halal yang kebijakannya ditangani oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk diketahui, Halal Expo Japan ini dihelat pada 22 sampai 23 November 2016. Dalam acara ini, LPPOM MUI bekerja sama dengan Yano Research membuka stand konsultasi dan informasi halal. Dikatakan bahwa ada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang baby care yang akan mengajukan sertifikasi halal ke LPPOM MUI.

Ajak Jepang Berinvestasi

Perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Jepang di bidang ekonomi Retno Supeni mengatakan investasi Jepang di Indonesia sebesar USD12.104 miliar (Rp162.223 triliun) hingga akhir 2014. Namun, investasi di sektor makanan dan minuman masih relatif kecil, yaitu sebesar USD 444 juta (Rp5,95 triliun).

Pada kesempatan ini, Retno mengajak pengusaha Jepang untuk berinvestasi di sektor makanan dan minuman di Indonesia. “ Ini menjadi peluang yang sangat besar bagi pengusaha untuk berinvestasi lebih besar lagi di Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, event Halal Expo Japan ini diadakan seperti tahun-tahun sebelumnya, Jepang kembali menggelar acara Expo ini yang akan diselenggarakan pada 22 sampai 23 November di Tokyo Metropolitan Industrial Center, Tokyo.

Publikasi Halal Media Japan menyebutkan sebanyak 83 peserta dari seluruh penjuru negeri mengikuti acara pameran, yang terdiri dari: 11 peserta pemerintah daerah, 57 industri makanan, 10 industri kosmetik, dan lima media lokal akan meramaikan acara expo ini.

Selain pameran produk halal, Halal Expo Japan juga memberi informasi tentang  pariwisata Muslim saat ini dan cara menjadikan pariwisata muslim sebagai salah satu cabang bisnis yang menunjang di Jepang. Tujuan lain dari pameran ini adalah untuk membuat kesepakatan bisnis antar peserta pameran, pembeli, investor dan organisasi di Jepang maupun luar negeri.

Halal Expo Japan 2016 juga menyediakan stan untuk mahasiswa Muslim yang hidup di Jepang yang akan memaparkan  pengalaman mereka di negara sakura itu. Acara lainnya Muslim Fashion Show, yang akan menjadi yang pertama kali diadakan di Jepang.

Untuk diketahui, latar belakang terselenggaranya event tahunan ini adalah terkait jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang yang sudah mencapai hampir 20 juta pada tahun 2015 dan efek ekonomi yang dihasilkan menarik banyak perhatian. Jumlah wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara dan pengunjung dari negara-negara mayoritas Muslim Malaysia dan Indonesia, khususnya, meningkat secara signifikan karena persyaratan bebas visa dan nomor diharapkan akan didukung lebih dari kelas menengah yang tumbuh di kedua negara. (ari/mui/dbs)


Back to Top