Kubisme Hingga Kamera Astrografi Jadi Inovasi Gaya Baru Artisektur Masjid di Inggris

gomuslim.co.id- Masjid di banyak negara biasa memiliki ciri khas tersendiri seperti menara dan kubah. Namun, keberadaan keduanya bukan menjadi satu hal yang wajib bagi sebuah Masjid karena hanya sebuah seni dan ciri bukan esensi. Atas dasar keyakinan ini, seorang arsitek Muslim di Inggris Shahed Saleem baru-baru ini mencoba mengembangkan rancangan gaya baru sebuah Masjid dengan meniadakan menara dan kubah.

Menurutnya, dengan meniadakan menara dan kubah bukan berarti menghilangkan ciri khas atau simbol sebuah Masjid. Namun, ada upaya membuat identitas yang diharapkan mampu mewakili komunitas Muslim dari ragam budaya. “Kami ingin mengeksplorasi dan menginspirasi orang ketika bicara tentang masjid,” ujarnya sebagaimana dilansir dari publikasi Awsaat.

Lebih lanjut, Shahed menjelaskan desain baru sebuah masjid di Inggris ini lebih dominan kubisme ketimbang lengkungan. Hal demikian dilakukan sebagai upaya efesiensi ruangan yang lebih utama. “Meski begitu, tetap saja, kita masih tetap menjaga hubungan dengan peradaban Islam,” katanya.

Shahed sendiri berasal dari India. Dia adalah seorang arsitek yang sudah banyak merancang bangunan masjid. Sebut saja di antaranya Hackney Road, East London, Aberdeen, Camberwell, South London, dan South Woodford, East London. “Saya ingin mencoba inovasi baru dalam merancang tempat ibadah umat Islam dengan tanpa menghilangkan esensi dan fungsinya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sejak dahulu, layaknya di berbagai wilayah dimana komunitas Muslim menetap, masjid merupakan pusat kegiatan dan aktivitas ibadah. Di Inggris, fungsi masjid demikian vital. Ini karena, di masjid aktivitas dakwah dan silaturahim antar komunitas Muslim yang berasal dari berbagai negara dihelat.

Pada tahun 1990, jumlah masjid di Inggris sudah mencapai 400. Ada perkiraan, meski belum ada data pasti, jumlahnya saat ini mencapai 1.800. Dengan populasi Muslim yang cukup banyak, wajar bila masjid di Inggris memiliki ciri khas.

Di sisi lain, para perancang bangunan masjid kini banyak yang melakukan inovasi. Bahkan tak jarang memanfaatkan teknologi canggih terbaru untuk melengkapi kebutuhan Masjid. Salah satunya adalah sebuah kamera dengan teknologi yang dirancang khusus untuk penelitian astrofisika digunakan dalam menentukan waktu shalat subuh. Teknologi berbasis sains ini sangat membantu Muslim Inggris karena perbedaan shalat subuh di antara Masjid di Inggris sangat beragam.

Perbedaan perhitungan waktu matahari terbit yang membuat Masjid di Inggris selama ini cenderung berbeda dalam menentukan waktu shalat subuh. Bahkan perbedaan waktu shalat subuh ini bisa mencapai 45 menit dari beberapa Masjid yang terletak saling berdekatan.

Publikasi Livescience menyebutkan kamera astrografi yang berasal dari proyek OpenFajr ini diluncurkan oleh Dr Shahid Merali. Ia merupakan seorang praktisi yang berdomisili di Birmingham. Selain untuk menentukan kapan waktu shalat shubuh tiba, kamera tersebut juga digunakan untuk meneliti langit karena kamera ini memang kerap dimanfaatkan ahli astronomi untuk mengumpulkan data tentang langit.

Kamera yang digunakan Merali ialah kamera yang sensitif terhadap cahaya dan dapat mencitrakan ufuk atau kaki langit dalam 360 derajat. Kamera ini dipasang Merali di atas atap Masjid Brimingham untuk memotret 25 ribu foto langit di pagi buta dalam kurun waktu satu tahun.

Foto-toto yang terkumpul kemudian dianalisis lebih jauh oleh para akedemisi, peneliti dan ahli agama untuk menentukan jadwal subuh yang tepat. Penentuan jadwal subuh ini akan digunakan oleh 150 ribu Muslim yang merupakan jamaah dari 170 Masjid di area Brimingham.

Hasil dari proyek OpenFajr ini telah didokumentasikan dan dipublikasi secara daring pada Mei lalu. Upaya yang sama juga sekarang sedang direncanakan di London serta Peterborough. Tak menutup kemungkinan, metode penentuan waktu subuh ini juga akan diterapkan di berbagai wilayah Inggris lainnya. Dengan adanya pemanfaatan teknologi ini, diharapkan mereka dapat menjalankan Salat Shubuh tepat waktu sesuai yang ditentukan. (njs/dbs) 


Back to Top