Kantin Universitas Kobe Sajikan Kuliner Halal untuk Mahasiswa Muslim

gomuslim.co.id- Kobe University dikenal di daerah Kansai sebagai Shindai, yaitu universitas nasional terkemuka yang terletak di Kobe, Hyogo, Jepang. Universitas ini didirikan pada tahun 1949. Karena itu, banyak mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. 
 
Baru-baru ini, demi memberikan kenyamanan kepada mahasiswa-mahasiswa Muslim, Universitas Kobe secara khusus menyediakan menu halal di kantin universitas yang terletak di pusat Kota Kobe, Jepang, tersebut. Setiap tahun, Universitas Kobe memang menerima mahasiswa dari berbagai negara, termasuk dari negara-negara berpenduduk Muslim.
 
Menerima mahasiswa dari berbagai negara memang salah satu cara yang ditempuh Universitas Kobe untuk menjadi universitas berskala internasional. Alhasil, demi mendukung dan memberikan kenyamanan terhadap mahasiswa-mahasiswa muslim, maka Universitas Kobe menyediakan kantin yang memberikan pilihan makanan-makanan halal.
 
Sebelumnya, kantin yang menyediakan makanan halal ini sudah berdiri sejak 2014. Hanya saja, menu yang masih terbatas pada olahan tahu dan mie. Namun, sejak Oktober 2016, kantin dengan nama Lans Vegan Dinin itu telah melengkapi menu makanan halal, dengan adanya olahan daging, ayam, dan makanan sejenis kari.
 
Tidak hanya itu, kantin ini juga memastikan tidak menggunakan minyak atau bumbu masakan yang tidak terjamin kehalalannya. Dalam upaya untuk terus mengembangkan menu-menu makanan halal tersebut, pengelola kantin yang juga nutrisionist itu berdiskusi dan meminta pendapat dari mahasiswa-mahasiswa muslim di Universitas Kobe. 
 
"Walaupun rasio mahasiswa muslim diantara mahasiswa internasional di sini tidak terlalu besar. Tapi, kami ingin mendengar suara dari para mahasiswa tersebut. Setidaknya sudah sebulan sejak kami mulai buka, kami sudah menyebarkan kuesioner dan meminta tanggapan para mahasiswa muslim. Idealnya, kami ingin mengembangkan pelayanan ini di semua departemen di Universitas Kobe. Ini untuk meningkatkan kenyamanan para mahasiswa," kata salah satu penanggung jawab kantin, seperti yang dilansir dari publikasi  Halal Media Japan.
 
 
 
 
Salah satu mahasiswa Muslim menyambut baik adanya beragam pilihan dalam menu tersebut. "Saya biasanya memakan saba (sejenis makanan jepang) untuk makan siang. Tapi sekarang saya bisa memiliki pilihan yang lebih banyak, termasuk daging," ujarnya. 
 
Saat ini semakin banyak kampus di Jepang yang membuka kafe makanan halal. Makanan tradisional Jepang yang dijajakan di tempat tersebut dipastikan sesuai syariat Islam. Asosiasi Bisnis Koperasi Universitas Tokyo yang menjadi penyuplai makanan di kampus-kampus dan istansi lain di wilayah Kanto telah memperkenalkan bumbu halal untuk washoku atau masakan tradisional Jepang. 
 
Dengan demikian, para pelajar muslim yang menuntut ilmu di Jepang memiliki pilihan menu makanan yang lebih banyak. Apalagi universitas-universitas itu memberi dukungan dengan langkah ini. Mereka yakin cara ini akan menarik banyak pelajar muslim untuk belajar di Negari Matahari Terbit itu.
 
Adapun, Kobe University terdiri dari 14 lulusan sekolah dan 11 fakultas sarjana. Universitas ini memiliki total sekitar 16.000 siswa yang terdaftar dalam program sarjana dan pascasarjana. Lembaga ini juga menerima mahasiswa asing, yang pada 2011 menyumbang total 1.108 siswa. Universitas ini memiliki 3.300 anggota staf, termasuk profesor, profesor asosiasi, dan pejabat administrasi. Kobe University adalah salah satu universitas nasional tertua dan terbesar di Jepang. Terletak di samping kaki Gunung Rokko, universitas ini menyuguhkan pemandangan kota dan pelabuhan Kobe yang sangat indah. (nat/dbs)

Back to Top