Temuan Kota Kuno Berusia 7.000 Tahun Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru di Mesir

gomuslim.co.id- Sebuah kota kuno Mesir lengkap dengan makam kuno telah ditemukan oleh para pakar arkeologi. Kota dan makan kuno ini diperkirakan berumur lebih dari 7 ribu tahun. Kota tersebut ditemukan setelah dilakukan penggalian di tepi Sungai Nil, dekat Kuil Seti I, di Kota Abydos. Di dalam kota kuno itu, para arkeolog menemukan sejumlah rumah dan makam-makam besar. Terdapat 15 makam besar yang diduga milik penduduk yang memiliki status sosial yang tinggi.
 
Diyakini kota ini adalah rumah bagi pejabat-pejabat penting dan para pembuat makam, yang berkembang selama era Mesir kuno awal. Pembuat makam dikota ini diduga berjasa membangun banyak makam dan kuil di kota suci Abydos.
 
Para arkeolog mengatakan penemuan ini dapat mendorong industri pariwisata Mesir yang telah lesu sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 2011. Pariwisata Mesir telah sepi peminat akibat kekacauan politik yang berlarut-larut. Penemuan kota baru itu dilengkapi dengan penemuan bangunan, pecahan keramik, dan alat-alat yang terbuat dari logam dan batu. Namun, dilansir dari BBC, penemuan paling penting adalah penemuan sejumlah makam besar.
 
Pemerintah Mesir memastikan para arkeolog yang menemukan kota kuno tersebut merupakan arkeolog Mesir yang didanai oleh Kementerian Antikuitis (yang mengurusi situs kuno), bukan arkeolog asing.
 
Kota dan makam kuno ini diyakini berasal dari tahun 5316 Sebelum Masehi (SM). Sejumlah eskavator yang melakukan penggalian pada situs temuan kota dan makam kuno itu, diklaim berhasil mengungkapkan sejumlah gubuk, kerajinan dari tanah liat dan perlengkapan dari bebatuan. Para peneliti meyakini kota Abydos dan pemakaman yang ada di dalamnya menjadi tempat tinggal para pejabat tinggi dan pembangun makam kuno.
 
Kementerian Urusan Benda Antik Mesir mengumumkan temuan peradaban yang hilang ini pada, Rabu (23/11) waktu setempat.  "Temuan ini bisa menjadi titik terang soal banyaknya informasi soal sejarah Abydos," demikian pernyataan kementerian setempat.
 
Di sisi lain, temuan ini diharapkan bisa membantu industri pariwisata Mesir yang sedang berjuang untuk bangkit. Usai kerusuhan yang menggulingkan Hosni Mubarak tahun 2011, industri pariwisata Mesir menurun drastis. Dari yang tadinya mencapai 14,7 juta turis pada tahun 2010, menjadi hanya 9,8 juta turis pada tahun 2011.
 
Pengeboman pesawat Rusia di resor Laut Merah yang menewaskan 224 orang tahun 2015 lalu, juga ikut mempengaruhi pariwisata Mesir. Kuartal pertama tahun 2016, Mesir hanya mencatat kedatangan 1,2 juta turis. Jumlah itu lebih rendah 1 juta turis dari periode yang sama di tahun lalu. (nat/dbs)
 

Back to Top