Kagum pada Arsitektur Masjid Jamik, Dubes Australia Ajak Kerja Sama Pelajar Muslim dan Takmir Masjid Kota Malang

gomuslim.co.id- Arsitektur Masjid yang indah akan membuat siapa pun yang melihatnya berdecak kagum. Tak terkecuali yang dirasakan oleh Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson. Dalam kunjungannya ke Masjid Jamik, Kota Malang, ia mengaku terkesan akan keelokan banguanan masjid bersejarah itu.

Paul mengungkapkan perpaduan arsitektur budaya Jawa dan Timur Tengah lah yang memikat kekagumannya pada Masjid yang berdiri sejak 1890 ini. “Saya berbicara tentang persamaan dan kedekatan muslim Australia dan Indonesia. Selain itu saya sendiri sangat tertarik dan kagum dengan arsitektur masjid ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat tiba di komplek masjid, Paul berbincang-bincang dengan pengurus di ruang takmir. Dalam perbincangan tersebut, dia mendapat penjelasan seputar sejarah masjid Jamik. Lalu, bersama rombongannya, Dubes diajak berkeliling untuk melihat-lihat kemegahan dan keindahan arsitektur Masjidnya.

Paul berkeliling mulai dari lantai 2 yang tersambung dengan ruangan takmir. Dia mengamati sudut-sudut serambi dan atas masjid yang berlapis kayu. Belum puas di lantai 2, Dia melanjutkan ke lantai satu dan menuju ke ruang utama masjid. Bedug besar dan tiang-tiang besar tidak lepas dari perhatiannya.

“Australia juga memiliki masjid-masjid bersejarah yang arsitekturnya terus dipertahankan. Ratusan masjid berdiri tersebar di Australia. Jumlah masjid di Australia sebanyak 175 masjid dan terus bertambah. Masjid tertua dibangun tahun 1865 dan beberapa waktu lalu berkunjung ke sebuah masjid Perth yang dibangun 1905,” katanya.

Lebih lanjut, Paul menuturkan Islam masuk ke Australia sekitar tahun 1860-an sehingga tidak sulit menemukan muslim dan komunitasnya. Jumlah paling banyak berasal dari Indonesia disusul beberapa negara lain. “Islam masuk Australia sejak 1860, tentu saja muslim banyak ditemukan di seluruh Australia. Muslim telah memberi kontribusi besar bagi Australia,” ungkapnya.

Selain itu, atas hasil kunjungan ini, beberapa kerja sama disepakati untuk melakukan pertukaran pelajar muslim dan takmir masjid antara Australia dan Indonesia. “Sudah ada program tentang pertukaran pemuda Islam dan takmir masjid, nanti kita akan kirim ke masjid sini,” imbuh Paul.

Masjid Jamik yang terletak di jalan Merdeka Barat merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Malang. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1890 di tanah pemerintah seluas 2000 meter persegi. Pembangunan masjid ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan dilakukan tahun 1890, sedangkan tahap kedua dimulai pada 15 Maret 1903. Pembangunan masjid rampung pada 13 September 1903.

Masjid Jamik memadukan dua gaya arsitektur yang berbeda, yakni arsitektur Jawa dan Timur Tengah. Gaya arsitektur Jawa nampak pada bentuk atap yang masih dipertahankan. Sedangkan gaya Timur Tengah diadaptasi dalam bentuk kubah masjid serta minaret atau menara yang ada di masjid.

Takmir Masjid Jamik Malang, Zainudin Abdul Mukhid mengungkapkan kunjungan Duta Besar Australia ini merupakan kunjungan dubes pertama ke Masjid Jamik. Pihaknya memperkenalkan dan mengajak keliling ke komplek masjid. “Ini kunjungan Duta Besar ke Masjid Jamik. Pak Paul tadi bercerita tentang kerukunan umat beragama,” katanya.

Zainudin mengaku sangat senang dengan kedatangan Dubes Australia untuk Indonesia ini  ke Kota Malang dan menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Jami' Kota Malang. Ia berharap hubungan ini akan terus berlanjut ke depan dan bisa terjalin dengan lebih baik. “Kami senang dengan kedatangan Pak Dubes Australia ke sini, kayaknya dia suka dengan bangunan masjid di sini. Semoga hubungan ini bisa terbina dengan baik,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top