Kampanye Toleransi dan Demokrasi, Organisasi Antar Agama di Amerika Bentuk Dewan Penasihat

gomuslim.co.id- Upaya menyebarkan nilai-nilai toleransi dan demokrasi yang baik terus digalakan oleh beberapa kalangan bahkan lintas agama. Setelah berkomitmen untuk menjalankan dialog untuk saling mengenal dan beradu pikiran secara terbuka, baru-baru ini Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) dan Komite Yahudi Amerika (AJC) sepakat meluncurkan sebuah kelompok nasional yang diberi nama Dewan Penasihat Muslim-Yahudi.

Kehadiran organisasi ini dimaksudkan untuk menyatukan tokoh agama dalam komunitas Muslim dan Yahudi Amerika untuk bersama-sama melakukan advokasi atas isu-isu yang menjadi perhatian bersama seperti toleransi dan demokrasi. Beberapa nama yang mengisi kursi Dewan Penasihat ini yaitu Stanley Bergman, CEO Henry Schein, dan Farooq Kathwari, Presiden dan CEO dari Ethan Allen.

Dewan Pertimbangan Muslim-Yahudi ini mencakup beberapa tokoh dari kedua agama di antaranya Joe Lieberman, seorang mantan Senator Demokrat dan calon wakil presiden, juga Norm Coleman yang merupakan mantan Senator Republik. Selain itu, ada juga Farooq Kathwari seorang pengusaha interior Ethan Allen, dan penulis sekaligus aktivis Rabia Chaudry.

Dalam pertemuan perdana yang dilakukan, para peserta Muslim dan Yahudi bertemu selama dua jam untuk mengenal satu sama lain. Mereka kemudian mendiskusikan misi Dewan, dan mengidentifikasi serta menyepakati agenda kebijakan domestik.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, organisasi menyepakati beberapa hal. Di antaranya adalah menyoroti kontribusi Muslim dan Yahudi untuk masyarakat Amerika, dan bertujuan untuk merayakan kontribusi mereka dalam tradisi terbaik dari toleransi dan demokrasi di Amerika.

Dewan akan mengembangkan strategi terkoordinasi untuk mengatasi fanatisme anti-Muslim dan anti-Semitisme di AS. Dewan juga akan bekerja untuk melindungi dan memperluas hak-hak minoritas agama di AS, seperti yang diabadikan dalam Konstitusi, sehingga mereka dapat menjalankan kehidupan dengan kebebasan dan rasa aman.

Ketua Dewan, Stanley Bergmandalam publikasi Independent mengungkapkan kerja sama ini dilakukan dalam memperjuangkan hak dan menyebarkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. “Dua komunitas kami berbagi banyak kesamaan dan harus menemukan cara untuk bekerja sama demi kepentingan seluruh negara,” ujarnya sebagaimana dilansir yahoo.com.

Kemudian, Direktur Hubungan Muslim-Yahudi di AJC menuturkan, pembahasan peluncuran dewan baru ini sebenarnya telah dimulai beberapa bulan lalu oleh anggota Masyarakat Islam Amerika Utara dan Komite Yahudi Amerika. “Kami melihat perlu dibangunnya hubungan strategis untuk dua komunitas ini datang bersama-sama,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Farooq Kathwari mengatakan keberadaan Dewan Penasihat Muslim-Yahudi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan agar masyarakat dari dua komunitas terlibat dalam kehidupan masyarakat Amerika. Kedua kelompok masyarakat ini dapat bekerja sama terhadap isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

“Ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk memperjuangkan kepentingan bersama. Utamanya tentu kebebasan berpendapat, demokrasi, toleransi dan perdamaian. Isu-isu ini sangat penting untuk masa depan semuanya,” katanya.

Di sisi lain, kedekatan kedua kelompok agama ini tidak hanya saat ini saja, melainkan sudah sejak lama. Contohnya seperti kaum muda dari komunitas Muslim dan Yahudi di Los Angeles, Calfornia yang membentuk persahabatan dengan saling berbagi cerita pengalaman pribadi dalam pertemuan yang digagas kelompok NewGround.  (njs/independent/dbs)


Back to Top