Industri Produk Halal Indonesia Butuh Peta Biru Rantai Pasokan Distribusi

gomuslim.co.id– Perkembangan produk halal di Indonesia semakin pesat. Namun, Indonesia saat ini sangat membutuhkan peta biru (blue map) untuk konsep supply chain (rantai pasokan) industri produk halal. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, hal ini sangat krusial dibutuhkan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan saat ini konsumen muslim di Indonesia belum mendapatkan jaminan halal produk dalam supply chain. Dia mencontohkan, produk daging setelah dipotong dengan halal belum memiliki standar halal untuk urusan logistik ke tangan konsumen.

"Produk halal khususnya dalam cold chain sangat diperlukan. Saat ini kita belum ada konsep supply chain yang jelas. Produk halal belum bisa dikontrol sampai ke konsumen, kita perlu belajar konsep supply chain halal dari Australia yang telah mempelajarinya. Kita adalah konsumen terbesar produk halal dan butuh edukasi," ujar Mahendra dalam jumpa pers di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Dia menjelaskan, hal ini menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam gelaran CeMAT Southeast atau TransAsia Jakarta atau ColdChain Indonesia dari tanggal 2 sampai 4 Maret 2017 di ICE BSD City. Penyelenggaraan CeMAT merupakan serial pameran intralogistik terbesar dunia dari Hannover Jerman, Shanghai China, Moscow Russia, Mumbai India dan Melbourne Australia.

Kini, Deutsche Messe sebagai penyelenggara bersiap ekspansi ke kawasan Asia Tenggara dan memilih Indonesia yang menempati posisi sentral di kawasan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, untuk dapat menampilkan cakupan komprehensif solusi intralogistik dan eksternal logistik di satu atap, perusahaan penyelenggara pameran asal Jerman itu menggandeng ITE Group Plc dari Inggris melalui PT Debindo-ITE untuk menyelenggarakannya.

"Kami ingin acara ini tempat belajar kita dengan pengusaha logistik dari luar negeri. Negara Indonesia sangat menarik untuk pengembangan industri logistik, khususnya untuk efisiensi," ujarnya.

Indonesia sendiri menjadi pilihan untuk penyelenggaraan CeMAT kawasan Asia Tenggara dan TransAsia Jakarta yang bertepatan dengan momentum integrasi pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN yang tengah berkembang pesat menjadi salah satu logistic hub terpenting di dunia.

Tidak heran, jika Deutsche Messed an ITE Group tertarik menghadirkan CeMAT. "Kawasan ini menawarkan peluang bisnis yang luar biasa bagi perusahaan logistik," kata Krister Sandvoss dari Deutsche Messe.

"Kami ingin menunjukkan seluruh rangkaian nilai logistic. Ini pertama kalinya kami menampilkan event CeMAT bersamaan dengan pameran logistik penunjang yakni TransAsia Jakarta dan ColdChain Indonesia," tambahnya.

CeMAT Southeast Asia, TransAsia Jakarta, dan ColdChain Indonesia 2017 diperkirakan akan menarik peserta pameran dari dalam dan luar negeri seperti China, Jepang, Italai, Singapura, Taiwan, Malaysia, dan India.

Pameran akan melibatkan berbagai produk, seperti truk industri, sistem logistik lengkap, rack, dan sistem pergudangan, crane dan lifting equipment, access platform, auto ID system, solusi logistik menggunakan robot, dan teknologi pengepakan dan jasa logistik seperti freight forwarding, pengoperasian terminal, infrastruktur transpor, kendaraan transpor dan jasa CEP. (ari/dbs)


Back to Top