UIN Sunan Ampel Surabaya Gelar Wisuda Mahasiswa Hafidz Qur'an

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, ada sebanyak 13 mahasiswa penghafal Alquran (hafiz) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, menjalani prosesi wisuda di gedung Fakultas Syariah, Kamis (24/11). Wisuda hafidz periode kedua tersebut digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Tahfidhul Quran (UPTQ) UINSA.

Ketua Umum UPTQ UINSA, Husni Mubaroq mengatakan dari 13 hafidz yang diwisuda tersebut, lima mahasiswa di antaranya telah menghafal 30 juz. Sisanya, wisudawan yang menghafal 20 juz dan 10 juz. 

"Prosesi wisuda ini sebagai apresiasi, karena proses di UPTQ berat, mahasiswa yang hafal Alquran memiliki beban psikologis dan beban moral lebih besar. Tidak hanya setiap hari mengikuti perkuliahan tapi di sela-sela itu mereka mengikuti kegiatan tahfidz Alquran," jelasnya. 

Husni menambahkan mahasiswa yang menghafal Alquran lamanya bervariasi. Pada wisuda kali ini, ada mahasiswa yang mulai menghafal Alquran dari juz 1 pada semester I dan sudah hafal 30 juz pada semester V. Biasanya, mahasiswa yang mulai menghafal Alquran dari juz 1 bisa menamatkan sampai 30 juz menjelang kelulusan pada semester VII atau VIII. Pada wisuda hafidz pertama tahun 2015, UPTQ mewisuda 10 mahasiswa yang terdiri atas 5 wisudawan kategori 30 juz, 3 wisudawan kategori 20 juz, dan 2 wisudawan kategori 10 juz.

Saat ini, terdapat 400 mahasiswa yang menjalani proses menghafal Alquran di UPTQ. Dari jumlah tersebut, beberapa mahasiswa mendapat beasiswa S1 karena telah menghafal 5 juz saat masuk ke UIN.

Menurutnya, tidak semua mahasiswa baru yang masuk UPTQ baru menghafal dari juz 1. Ada yang sebelumnya punya hafalan 5 juz karena alumni pesantren. "Ada yang sudah hafal 1 juz, 10 juz, bahkan masuk UPTQ sudah hafal 30 juz juga banyak, tetapi mereka yang sudah selesai 30 juz biasanya satu periode selanjutnya mereka langsung mengajar di UPTQ. Karena syarat ustadz-ustazah yang mengajar di UPTQ harus hafal Alquran terlebih dahulu," terangnya.

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Tahfidhul Quran (UPTQ) UINSA, Husni Mubaroq, mengatakan, mahasiswa yang hafal Alquran memiliki beban psikologis dan beban moral lebih besar. Tidak hanya setiap hari mengikuti perkuliahan tapi di sela-sela itu mereka mengikuti kegiatan tahfiz Alquran.

"Proses belajar di UPTQ, dalam satu pekan, terdapat setoran wajib pada Senin dan Rabu di masjid kampus dan setoran tambahan setiap hari," katanya. 

Selain kegiatan hafalan Alquran, di UPTQ juga terdapat kegiatan lain seperti kajian tafsir, kajian hadist, kajian qiroah sab'ah atau baca Alquran dengan tujuh riwayat, karya tulis Alquran, public speaking, diklat organisasi, dan lain-lain. Juga ada kegiatan tadarus keliling dari kota ke kota, ke rumah anggota atau ke rumah orang yang mengundang untuk tadarusan.

Salah satu mahasiswa yang telah diwisuda hafidz pada periode pertama, Muhammad Imam Bastomi, mengaku menghafal Alquran 30 juz dalam waktu 2,5 tahun. Sebelum masuk UINSA, ia telah memiliki hafalan beberapa juz. Kemudian saat semester III, ia mengikuti prosesi wisuda karena sudah hafal 30 juz.

Ia mengaku, motivasinya menghafal Alquran untuk membanggakan orang tuanya. Meskipun ia juga menemui kesulitan dalam menghafal Alquran karena harus membagu waktu antara kuliah dan menghafal Alquran. "Caranya membagi waktu, saya hafalan kalau malam hari dan diulang-ulang terus waktu di kendaraan," ucap mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI angkatan 2014 tersebut. (nat/dbs)


Back to Top