Hadir di Tiga Masjid Berbeda, FoodBOX Sediakan Makanan Gratis untuk Dhuafa

gomuslim.co.id- Ada banyak cara dilakukan untuk berbagi terhadap sesama. Adanya kalangan masyarakat yang kurang beruntung menjadi perhatian khusus dari berbagai komunitas. Salah satunya dilakukan oleh Sekolah Relawan. Melalui program FoodBOX-nya, lembaga sosial kemanusiaan ini telah mendapat sambutan positif dari kalangan masyarakat.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 22 November 2016 lalu, baru-baru ini FoodBOX hadir di tiga lokasi berbeda. Berawal dari satu lokasi, program ini telah mengalami banyak perkembangan. Pendiri Sekolah Relawan dan inisiator FoodBOX, Ahmad Bayu Gawtama mengungkapkan program FoodBOX mulai dihadirkan ke tiga masjid yang berlokasi di Depok dan Bogor.

“Alhamdulillah, hari ini FoodBOX ada di Masjid Al Muthmainnah Depok, Masjid Cinere Depok dan Masjid Raya Bogor. Awalanya dari program sederhana, namun sekarang telah banyak mengalami perkembangan. Masyarakat pun menyambut program ini dengan hangat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Gaw, begitu ia akrab disapa, mengatakan FoodBOX hadir setiap hari selama 24 jam. Biasanya dimulai menjelang siang, sebelum atau sesudah Dzuhur. “Memang tidak ada relawan yang bertugas menjaga FoodBOX secara khusus, namun akan ada satu relawan yang bertugas mengontrol kualitas dan kuantitas makanan,” katanya.

Selain itu, kata Gaw, FoodBOX memang secara khusus ditargetkan bisa dikonsumsi gratis oleh kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim, musafir atau orang yang sedang berpuasa. Maka dari itu, dia berharap, orang-orang yang tidak termasuk golongan itu tidak menikmati dan justru ikut berdonasi makanan. “Justru ini membuka kesempatan siapa saja untuk berdonasi,” ucapnya.

Gaw menuturkan donasi tersebut dapat diberikan dalam bentuk uang maupun makanan yang bisa disalurkan ke Sekolah Relawan atau relawan FoodBOX. “Sehari-harinya, setiap FoodBOX akan menyediakan sekitar 100 porsi makanan dan menjadi 300 porsi mengingat hari ini hadir di tiga lokasi. Kini, program FoodBOX hadir di tiga lokasi yaitu Masjid Al Muthmainnah, Masjid Limo Cinere dan Masjid Raya Bogor. Kami berharap program ini dapat terus berkembang, sehingga ikut memakmurkan masjid,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Digital dan Komunikasi Sekolah Relawan Ubaidillah merasa senang karena ada peningkatan keramaian di Masjid. Ia berpendapat, peningkatan itu seirama dengan tujuan FoodBOX. “Alhamdulillah memang, respon positif, jadi Insya Allah bisa menguatkan fungsi sosial dari masjid,” tuturnya.

Ubaidillah mengatakan menu yang wajib ada di setiap FoodBOX di antaranya adalah nasi, ayam dan tambahan lauk seperti tahu atau tempe. Selain itu, FoodBOX turut menyediakan minuman hangat sepeti teh dan kopi, lengkap dengan gula dan air panas dari termos. Bahkan, FoodBOX telah menjadi jembatan bagi program Sekolah Relawan lain, yaitu Ketuk Berkah.

Zen, salah seorang jemaah tetap Masjid Al Muthmainnah mendapatkan bantuan sejumlah sembako dari Ketuk Berkah yang memang sudah lebih dulu ada. “Kita mengikuti Pak Zen sejak menikmati FoodBOX, ternyata ia tinggal di rumah gubuk yang kondisinya mengenaskan, Alhamdulillah kita bisa salurkan bantuan ke beliau,” ujarnya.

Meski begitu, dia berharap, FoodBOX bisa jadi pengelolaan masjid, sehingga dana yang ada bisa lebih berguna atau terasa di fungsi sosial. Karenanya, Ubaidillah meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menjadikannya program yang langsung dikelola masjid sendiri.

Sementara itu, petugas keamanan Masjid Al Muthmainnah, Ahmad mengungkapkan, adanya program membuat keadaan Masjid jadi lebih banyak jamaah dari biasanya. “Ada wajah-wajah baru ikut melaksanakan shalat Ashar. Ini memang banyak menarik perhatian, baik orang di dalam maupun luar Masjid,” ucapnya.

Terkadang, Ahmad sendiri menawarkan secara langsung anak-anak jalanan yang kebetulan lewat, atau baru turun dari angkot yang lewat sehabis mengamen. Walau malu-malu, kegembiraan tampak terpancar dari wajah-wajah kusam, usai seharian menjual suara mencari rejeki.

Tisno (43), salah satu pengunjung dari sekian banyak orang yang menikmati makanan dari program FoodBOX. Ia mengatakan keberadaan FoodBOX sangat membantu meminimalisir pengeluarannya. Sebagai pedagang bubur kacang hijau dan ketan hitam, penghasilan Tisno tak seberapa. “Kalau ada bagi-bagi makanan ini tentu ngurangin pengeluaran banget. Lumayan ngurangin Rp 10.000 sampai Rp 20.000 kan,” ungkapnya. (njs/dbs)


Back to Top