Film 'Iqro: Petualangan Meraih Bintang'

Begini Keseruan Remaja Islam Sunda Kelapa Gelar Nonton Bareng Film 'Iqro' Plus Beramal untuk Adik Asuh Yatim dan Dhuafa

gomuslim.co.id- Pada Minggu (29/01) bertempat di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (RISKA) di bawah Departemen Adik Asuh Remaja Islam Sunda Kelapa (AAR) menggelar acara Nonton Bareng Charity Film Iqro: Petualangan Meraih Bintang’besutan Remaja Masjid Salman ITB dan Salman Academy.

Acara nonton bareng ini merupakan program charity film yang kedua setelah sukses mengadakan Nobar Charity Film Battle of Surabaya tahun 2015 silam. Pada acara nobar kali ini peserta yang terlibat ada sekitar 250 anak yatim dan dhuafa se-Jabodetabek binaan Departemen AAR, Rumah Zakat (RZ), Wisata Panti, Rumah Lebah, dan Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT).

Pada acara nobar hadir pula pemeran Fauzi yang diperankan oleh Raihan Khan dan Aisha Nurra Datau yang memerankan Aqila, Mike Lucock yang memerankan Bang Codet serta Iqbal Alfajri sebagai sutradara dan penulis skenario film Iqro.

Sebelum dimulainya acara nonton bareng, tarian saman dan vocal group menjadi pembuka acara yang dibawakan oleh adik-adik asuh Riska, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua penyelenggara acara nobar sekaligus Ketua Bidang AAR, Bona Fauzan.

Kepada gomuslim, Bona mengaku sangat senang karena acaranya berlangsung dengan lancar dan didukung oleh banyak pihak.  Dia menuturkan bahwa ajang tersebut merupakan bagian dari syiar AAR untuk mengajak masyarakat menonton film anak-anak yang mendidik serta Islam sekaligus berdonasi untuk beasiswa pendidikan untuk siswa dan siswi tingkat SMP dan SMA maupun SMK dari keluarga prasejahtera. Selain itu AAR pun memberikan pembinaan rohani dan soft skill bagi siswa binaannya.

“Tahun ini kita kembali menjalin silaturahmi dengan Masjid Salman ITB dan kebetulan bertepatan dengan adanya film Iqro produksi mereka, jadi kita manfaatkan sebagi salah satu program charity Riska dengan mengadakan nobar film Iqro,” ujar Bona.

Selain itu nonton bareng ini diharapkan Bona dapat menjadi alternatif tontonan yang menarik dan mendidik bagi anak-anak dengan memuat religi sekaligus menggerakkan masyarakat untuk berdonasi ke ARR guna membantu program program beasiswa AAR ke depannya.

“Harapannya agar Riska semakin banyak membuat acara-acara yang dapat melibatkan adik asuh dan menarik minat donatur untuk berdonasi, semoga di setiap kegiatan Riska dapat menjadi berkah bagi banyak orang,” pungkas Bona.

Iqbal Alfajri selaku sutradara film Iqro mengaku Ingin memberikan gambaran kepada masyarakat luas bahwa Indonesia tidak hanya memiliki keindahan alamnya, namun melalui film ini dapat menunjukan bahwa Indonesia memiliki salah satu tempat penelitian astronomi tertua di dunia yang sudah ada sekitar tahun 1920 an.

Lanjutnya, astronomi adalah ilmu yang sangat penting di Indonesia namun terkadang masyarakat kurang mengenalnya karena kurang populer, sebagai bentuk apresiasi terhadap ilmuan terdahulu kami selaku umat Islam ingin mengangkat kembali lembaga penelitian astronomi Boscha yang berada di Lembang, Bandung.

“Selain itu ilmu astronomi pun sangat lekat dengan Islam, sehingga kami ingin mengenalkan kepada anak-anak agar mengenal pengetahuan luar angkasa yang luas yang penjelasannya sudah tercantum dalam Alquran,” ujarnya.

Iqbal berharap agar masyarakat terutama anak-anak menonton film ini karena syarat dengan pesan moral. “Ini merupakan film keluarga yang ringan dan patut ditonton, karena dari setiap karakter pemainnya mengandung pesan yang dapat direfleksikan oleh para penonton,” pungkas Iqbal.

Film Iqro mengisahkan tentang petualangan Aqila, yang bermaksud membuat tugas sekolahnya yang berhubungan dengan astronomi, kakeknya memberi izin pada Aqila untuk menggunakan teropong bintang di Bosscha guna menyelesaikan tugasnya, namun dengan satu syarat Aqila harus bisa membaca Alquran dan Aqila menyanggupinya.

Saat di rumah kakeknya, Aqila bertemu Ros, anak dari seorang pembantu di sana. Ros mengajaknya bermain di sebuah masjid. Di masjid inilah Aqila belajar membaca Alquran dengan metode Iqro, yang menyenangkan, berirama, dan dibawakan secara ringan. Pengalaman Aqila belajar Alquran dan teladan dari kakeknya inilah yang menggugah mata hatinya, tentang kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta. (nat/dbs)

Baca juga:

Nonton Bareng Plus Donasi di Acara Petualangan Meraih Bintang bersama Anak Yatim dan Dhuafa

 


Back to Top