Ini Klarifikasi MUI Tentang Kehalalan Produk Resto Mc Donald, KFC, Domino, dan Pizza Hut

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, masyarakat Indonesia diresahkan dengan isu produk bumbu masakan yang ada di restoran-restoran besar fastfood. Hal tersebut berkaitan dengan kabar bahwa mayonaise yang menjadi penyedap atau pelengkap hidangan di beberapa restoran fastfood tersebut mengandung babi. Kabar ini menjadi viral dan meresahkan, khususnya bagi konsumen muslim.

Untuk menanggapi hal tersebut, berikut adalah klarifikasi resmi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI:

Menyikapi isu yang berkembang di masyarakat baru-baru ini perihal adanya kandungan babi yaitu LM 10 di dalam mayonaise pada menu-menu restoran McDonald, KFC, Dominos, dan Pizza Hut, dengan ini kami sampaikan bahwa:

1. Isu tersebut merupakan isu yang ditujukan kepada restoran McDonald, KFC, Dominos, dan Pizza Hut di Amerika dan Afrika Selatan bukan di Indonesia.

2. Berdasarkan hasil audit atau penelusuran bahan tidak ditemukan adanya kandungan babi sehingga MUI mengeluarkan sertifikat halal dengan rincian sebagai berikut:

a. Restoran McDonald, dengan nomor Sertifikat Halal MUI 00160000630499 yang berlaku hingga tanggal 12 Januari 2018.

b. Restoran KFC, dengan nomor Sertifikat Halal MUI 00160001420999 yang berlaku hingga tanggal 24 Febuari 2017.

c. Restoran Dominos, dengan nomor Sertifikat Halal MUI 00160064450313 yang berlaku hingga tanggal 21 April 2017.

d. Restoran Pizza Hut, dengan nomor Sertifikat Halal MUI 00160005580799 yang berlaku hingga tanggal 29 Januari 2019.

3. Hasil analisis laboratorium dari restoran-restoran tersebut yang menggunakan metode real time PCR juga menguatkan hasil audit yang telah dilakukan sebelumnya yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan babi dalam produk-produk tersebut di atas. Analisa dilakukan di Laboratorium LPPOM MUI yang telah terakreditasi KAN No. LP-1040-IDN.

Selanjutnya untuk memastikan produk-produk yang beredar bersertifikat Halal MUI, kami persilakan kepada konsumen dan masyarakat untuk memeriksa produk-produk tersebut baik melalui situs www.halalmui.org  maupun aplikasi "Halal MUI" di smartphone berbasiskan Blackberry OS10, Android dan iOS. (fau/halalmui)

 

 

 

 

Komentar

  • Abung

    23 April 2018

    Halal apa haram

    Ah mending yg jelas ketahuan halal.masakan indonesia ( jengkol)).daripada. Masih banyak pertanyaan?????


    Reply






















  • Boma jiwandaru

    13 Maret 2018

    Proses penyembelihan

    Knpa MUI tidak menjelaskan tentang proses pemotongan hewan pd perusahaan fastfood di indonesia , apakah perusahaan amerika fastfood trsebut pempunyai perternakan di indonesia? atau langsung di datangkan dari amerika? Klo pun perternakan ada di indonesia bagaimana proses pemotongan nya untuk bs memenuhi kebutuhan outletnya di seluruh indonesia berpa juta ekor kah dalam sehari? Menggunakan mesin kah atau cara manual dengan menyebut bismillahiallahuakbar


    Reply






















  • Ekos

    7 Februari 2018

    Mui

    Klo gk doyan yoo gk usah beli,.!! Potong sendiri ayamnya,,masak sendiri didapur rmh, bikin pisaunya sendiri, kompornya bikin sendri, klo maumai dibkar pkai arang, yaa atmrangnya bikin sendri..!! Gitu aja koq repot..!!


    Reply






















  • Ghee

    17 Januari 2018

    Ayamnya...

    Bagaimana dg ayamnya? Sebelum dipotong ucap bismillah gak? Klo gak kn brarti itu haram.


    Reply






















  • Sahabuddin

    15 Januari 2018

    Evaluasi sertifikat

    Apakah MUI melakukan evaluasi berkala trhdp produk makanan yg telah diberikan sertifikat halal? Jika ada brp kali dlm setahun, apa alat yg digunakan, mana hasil evaluasinya dan apa ukuran produk itu halal?..coba MUI jelaskan secara transparan ke publik.


    Reply






















  • Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


    Back to Top