Putra Aceh Wakil Indonesia di Ajang MTQ Internasional Turki

gomuslim.co.id- Kementerian Agama RI mendelegasikan Putra Aceh, Hajarul Akbar Alhafizh SHI, MA untuk mewakili Indonesia dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional yang diselenggarakan Republik Turki di Istanbul. Kompetisi MTQ yang diadakan oleh Kementerian Agama Turki ini digelar 19 sampai 26 Mei 2017.

Hajarul Akbar merupakan dosen luar biasa UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia  mendapat kesempatan untuk mewakili kompetisi cabang hafiz 30 juz. Alumnus Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Pagar Air Aceh Besar itu akan bersaing dengan para huffazh (penghafal) Alquran peserta MTQ dari berbagai negara Islam lainnya yang akan berpartisipasi dalam even ini.

Selain Hajarul Akbar, peserta lainnya dari Indonesia adalah M Riqon dari Kalimantan selatan cabang tilawah. Hajarul Akbar yang lahir 29 tahun lalu ini berasal dari Gampong Lhang, Kecamatan Pidie,  Kabupaten  Pidie.

Kini ia mengabdi di Aceh sejak setahun lalu setelah sebelumnya lebih kurang 11 tahun berada di Pulau Jawa mengenyam pendidikan S1 dan S2 sekaligus mengabdi sebagai satu Mudir di Pesantren Darul Qur’an Mulia di Serpong, Provinsi Banten yang memiliki ribuan santri.

Saat ini, setelah pulang ke Aceh, selain mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry sebagai dosen luar biasa, ia juga sedang merintis pendidikan dayah Tahfizh Alquran di Samahani dengan nama Darul Quran Aceh (DQA). Di DQA ini, Hajarul Akbar mengembangkan metode praktis untuk hafal Alquran dimana ia memberikan keteladan full dalam menghafal Alquran.

Guna menunjukkan keseriusannya dalam membina para santri untuk hafal Alquran, Hajarul Akbar mengatakan siap ditest ayat apa saja oleh para calon santrinya sehingga diharapkan keseriusannya ini bisa menjadi motivasi bagi para santri lain untuk serius dalam menghafal Alquran.

Hajarul Akbar mengenyam pendidikan MIN dan MTsN di Tijue, lalu MA di Sigli, lalu ke Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air, setelah itu ke Jakarta di Ma’had An-Nuaimy, S1 di STAQ Depok, dan kemudian melanjutkan program magister ke beberapa kampus. Namun, kata Hajarul Akbar, ia hanya selesai program magisternya di Institute Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta beberapa tahun silam.

“Saya mulai menghafal Quran sejak usia MIN dibawah bimbingan orang tua dan kakek saya di rumah. Ketekunan dan kedisplinan orang tua membuat saya lebih mudah dalam menghafal Alquran dan mempelajarinya. Namun, Saya mulai intensif menghafal Alquran saat di MUQ Pagar Air dengan syaikh dan guru sangat senior seperti Ustaz Sualip Khamsin dan Ustaz Amin Chusaini, serta banyak guru saya lainnya,” ujar Hajarul Akbar mengisahkan pengalaman ia menghafal Alquran.

Berbicara mengenail even MTQ, bagi Hajarul Akbar bukanlah sesuatu yang asing. Tercatat, Hajarul Akbar saat ini hampir seluruh Indonesia telah ia kunjungi berkaitan dengan even MTQ, baik sebagai peserta, pelatih, maupun hakim MTQ.

Sebelum malang melintang pada even MTQ nasional dan kemudian internasional, Hajarul Akbar telah mengawal sepak terjangnya sebagai peserta MTQ Prov Aceh tahun 2003 di Aceh Singkil, tahun 2005 di Langsa, tahun 2007 di Bireuen, tahun 2009 di Takengon, tahun 2011 di Tamiang,  dan tahun 2013 di Subulussalam.

“Semua even Provinsi Aceh ini saya ikuti bersama Kafilah Kabupaten Pidie. Sementara untuk tingkat nasional Alhamdulillah saya sudah tampil sebanyak tujuh kali dan Alhamdulillah dua kali mendapat juara. Sedangkan untuk tingkat internasional ia sudah mengikuti even MTQ, yaitu tahun 2016 lalu di Jordania dan meraih peringkat ke tujuh,” pungkasnya. (nat/dbs)

 


Back to Top