YLKI Terima Aduan Jemaah Umrah Terlantar Via Online

gomuslim.co.id- Belakangan ini beredar kasus biro perjalanan yang merugikan masyarakat dan menelantarkan calon jamahnya, bahkan ada yang gagal berangkat umrah akibat biro yang dipercayainya tidak kompeten dan kredibel.

Berangkat dari hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengembangkan sistem pelayanan melalui sistem online untuk meminimalisir terjadinya hal yang serupa ke calon jamaah yang lain.

Bidang penelitian YLKI, Natalia mengatakan konsumen yang mendapatkan permasalahan saat ini sudah bisa melaporkan lewat sistem daring, termasuk jamaah umrah yang mengalami keterlantaran atau jamaah yang gagal umrah. Konsumen bisa melaporkan melalui situs www.pelayanan.ylki.or.id.

"Kami memgembangkan website ini ditambahkan pengaduan sistem terbaru," kata Natalia di Kantor YLKI Jl Pancoran Barat VII, Jakarta Selatan, Jumat (19/05/2017).

Selain itu, tak hanya persoalan jamaah umrah saja, masyarakat juga bisa melaporkan permasalahan lainnya, seperti halnya pengaduan permasalahan bank dan lain sebagainya. Menurut Natalia, pengambangan sistem ini sebagai upaya YLKI memberikan perlindungan kepada masyarakat sesuai undang-undang.

“Selama 44 tahun YLKI, kami masih kebanyakan sistem manual. Ini merupakan kemajuan kami. Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali," ujarnya.

Terkait masyarakat yang ingin melakukan pengaduan secara manual akan tetap dilayani. Selanjutnya, YLKI akan membantu memasukkan data pengaduan ke sistem online

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menambahkan sistem ini merupakan upaya mendekatkan YLKI terhadap para konsumen, sehingga dapat menyelesaikan permasalahannya.

Selain itu, kata dia, tidak manusiawi jika di era digital ini masyarakat masih harus datang langsung ke kantor YLKI. Menurutnya, tidak sedikit konsumen yang sudah menginformasikan ke media massa. Namun, karena tidak dilengkapi bukti akhirnya kalah melawan biro jasa perjalanan umrah nakal tersebut.

Namun, saat hendak melaporkan ke sistem online, ia mengimbau kepada konsumen agar melengkapinya dengan bukti-bukti. "Asalkan dilengkapi dengan data dan bukti-bukti lain sehingga kita bisa menindaklanjuti, harus ada bukti-buktinya," tukas Tulus.

Untuk diketahui, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merupakan organisasi masyarakat yang bersifat nirlaba dan indpenden yang didirikan pada tanggal 11 Mei 1973. YLKI merupakan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masarakat (LPKSM) pertama yang berdiri di Indonesia, dan merupakan pelopor gerakan perlindungan konsumen sejak awal berdirinya. keberadaan YLKI diarahkan pada usaha meningkatkan kepedulian kritis konsumen atas hak dan kewajibannya, dalam upaya melindungi dirinya sendiri, keluarga, serta lingkungannya. (nat/ylki/dbs)


Back to Top