Gandeng Malaysia dan Thailand, Kamboja Terapkan Standar Sertifikasi Produk Halal

gomuslim.co.id- Produk halal yang makin naik daun membuat banyak negara terus gencar untuk mengembangkan bisnis ini. baru-baru ini, negara Kamboja akan bekerja sama dengan Thailand dan Malaysia untuk menetapkan standar halal guna memenuhi meningkatnya jumlah wisatawan nasional dan internasional yang berkunjung ke Kamboja, terutama dari Timur Tengah.

Sekretaris Perdagangan Negara Kamboja, Mao Thora mengatakan kemarin pada sebuah seminar mengenai standar halal bahwa ada permintaan dari negara-negara Islam dan non-Islam untuk produk halal karena mereka bersih, higienis dan memiliki standar tinggi.

Dia mengatakan bahwa banyak negara dengan populasi Muslim mendorong produksi dan sertifikasi produk halal.

"Kami akan bekerja sama dengan Thailand dan Malaysia untuk segera membawa standar halal ke Kamboja. Komite pengatur standar produk halal kami bekerja sama dengan Thailand dan Malaysia untuk menciptakan standar halal di Kamboja," jelas Thora, seperti dilansir dari publikasi Khmer Times, Kamis, (27/07/2017).

Selain itu, Osman Hassan, sekretaris negara di Kementerian Tenaga Kerja dan wakil kepala komite pengawas halal, mengatakan bahwa industri makanan halal akan menjadi dorongan bagi ekonomi yang baik ketika Kamboja mengadopsi standar tersebut.

Dia mengatakan standar tersebut akan berlaku untuk persiapan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, presentasi dan distribusi, keamanan pangan, pemasaran dan pelabelan. Makanan yang memenuhi syarat untuk sertifikasi akan mematuhi hukum Islam, undang-undang dan standar lokal yang berkaitan dengan keamanan dan pelabelan makanan.

Hassan mengatakan saat kedatangan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kamboja meningkat, terutama dari Timur Tengah, negara tersebut akan fokus pada makanan halal di restoran dan hotel.

"Ukuran pasar dan nilai produk halal sangat besar di seluruh dunia. Misalnya, nilai ekspor produk halal dari Thailand ke dunia adalah USD 6 miliar per tahun, sementara ekspor produk halal Malaysia ke pasar global sekitar USD 11 miliar per tahun, “ paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa jika Kamboja memiliki standar halal, hal itu bisa menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi perekonomian. Hassan mengatakan investasi pada produk halal tidak hanya berasal dari umat Islam. Orang-orang non-Muslim juga bisa berinvestasi dalam produk halal ketika mereka tahu bagaimana cara mengikuti prosesnya.

Menanggapi hal tersebut, Darm Boontham, yang bertanggung jawab di kedutaan besar Thailand, mengatakan Thailand akan bekerja sama dengan komite tersebut mengenai bagaimana hal tersebut dapat membantu Kamboja membawa produk standar halal ke konsumen Muslim di Kamboja.

"Pemerintah Kamboja sangat antusias untuk menstandarisasi produk halal dan membuatnya tersedia bagi lebih dari 700.000 Muslim di Kamboja," kata Boontham. (fau/halalfocus/dbs/foto: halhalal)

 


Back to Top